Bagi Hasil UNBK, SMAN 7 Kupang Gelar Ibadah Bersama

berbagi di:

Para lulusan SMA Negeri 7 Kupang foto bersama guru usai mengikuti pengumuman lulus UN yang digelar pihak sekolah, kemarin. Foto: Ayub Ndun/VN

 

 

Ayub Ndun

Pengumuman kelulusan di SMAN 7 Kupang, Nusa Tenggara Timur dirangkai dengan ibadah pelepasan. Siswa yang lulus berkostum adat ditemani orang tua/wali mereka.

Lima lulusan terbaik SMAN 7 Kupang yakni Marianus Haumetan Bahasa Indonesia (IPS) dengan skor 94, Stefanus Kenjam Sosiologi IPS dengan skor 84, Kevin Seli Fisika (MIPA) dengan skor 82.5, Onesimus Ndori Ekonomi (IPS) dengan skor 80, dan Yoshua Kana Bahasa Inggris (MIPA) dengan skor 78.

Kepala SMAN 7 Kupang, Vinsensius Sasi mengatakan, pengumuman kelulusan dirangkai dengan ibadah syukur pelepasan dan pembagian hasil ujian akhir.

Menurutnya, ada dua makna yang tersirat. Pertama, ibadah syukur kelulusan merupakan bentuk pelepasan siswa kepada orangtua dan pengembalian tanggungjawab dari sekolah kepada orangtua untuk melanjutkan cita-cita anaknya. Kedua, menunjukkan bahwa SMAN 7 Kupang menggunakan sarung tenun ikat sebagai bentuk cinta terhadap budaya serta mendukung program Gubernur NTT menjadikan budaya bagian dari pariwisata.

Salah satu siswa memberikan penghormatan kepada guru usai menerima hasil UNBK, Senin (13/5). Foto: Ayub Ndun/VN
Salah satu siswa memberikan penghormatan kepada guru usai menerima hasil UNBK, Senin (13/5). Foto: Ayub Ndun/VN

“Ini untuk menepis masalah di tahun-tahun kemarin yang mana tiap kali pengumumuman kelulusan anak-anak mencoret-coret baju seragam itu tidak baik. Oleh karena itu dengan mengenakan pakaian adat, dia menghargai budaya daerah dan tidak coret seragamnya,” tambah dia yang menambahkan bahwa dalam UNBK kali ini sekolahnya meraih 100 persen kelulusan.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Aloysius Min mengatakan perbandingan hasil Ujian Nasional (UN) untuk sekolah-sekolah di NTT dua tahun terakhir mengalami kemajuan.

“Ada kemajuan. Ini kita lihat di datanya,” ujar Alo.

Pada tahun 2017, katanya, akumulasi nilai rata-rata dari tiga mata pelajaran untuk SMK yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika, adalah 42,25. Pada tahun 2018, secara rata-rata naik menjadi 42,27.

“Selisih poinnya tidak terlalu besar. Relatif stabil. Tapi sebenarnya, stabil ini menunjukkan ada kemajuan. Karena ada kenaikan tingkat kesukaran soal sebesar 10 persen. Sebelumnya tidak ada 10 persen soal host. Tahun 2018 ada 10 persen soal host. Ini adalah soal-soal yang menggunakan penalaran. Jadi menurut saya ada peningkatan,” katanya.

Para siswa SMKN 3 tampak mengenakan pakaian adat saat menerima hasil kelulusan UNBK.
Para siswa SMAN 7 tampak mengenakan pakaian adat saat menerima hasil kelulusan UNBK.

Di SMA, katanya, secara angka rata-rata ada penurunan.

“Tahun lalu (2017) angka rata-rata 45,51. Tahun 2018 jadi 42,34. Dari sini kita sudah bisa tahu. Memang turun dari segi rata-rata.
Kalau kita lihat tingkat kesukaran soal, maka ini sebenarnya stabil. Karena di seluruh Indonesia mengalami hal sama,” katanya.
Tahun ini, tingkat kesukaran soal ditambahkan 20 persen.

“Karena itu kita berharap soal-soal penalaran bisa lebih banyak diajarkan dan perlu dipersiapkan di sekolah-sekolah. Kita tentu berharap agar persentase tahun ini makin baik,” ungkapnya. (mg-18/R-4)