Balai Litbang LHK Kupang Gandeng LHK NTT Launching e-Menipo

berbagi di:
img-20200810-wa0045

 

Kepala Balai Litbang LHK Kupang Sumitra Gunawan (kanan) bersama mantan Kadis LHK NTT Ferdy Kapitan (baju keki) melakukan scanner barkode e-Menipo yang sudah ditempel pada pohon di depan kantor LHK NTT.

 
Kekson Saluk

 

MENYONGSONG peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-75, Balai Litbang LHK Kupang gandeng dinas lingkungan hidup dan kehutanan (DLHK) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melaunching e-Menipo, Senin, (10/8) pagi di depan kantor LHK NTT.

 

Pantauan VN, launchingan e-Menipo ditandai dengan menyanyikan lagu mars rimba. Turut hadir Mantan Kepala Dinas LHK NTT Ferdi J Kapitan, Kepala Balai Litbang LHK Kupang  Sumitra Gunawan, Kepala BPKH Mohamad Firman Fahada, dan pejabat KPH/UPTD LHK se-NTT.

 

Kepala Balai Litbang LHK Kupang, Sumitra Gunawan dalam sambutannya menjelaskan, e-Menipo dilaunching menyongsong perayaan HUT RI ke-75. E-Menipo bukan aplikasi , tetapi e-Menipo (elektronik-mengenal informasi pohon) adalah produk pengenalan pohon berbasis QR-Code.

 

Lanjut Sumitra, e-Menipo memiliki kesamaan dengan nama kawasan konservasi Menipo yang berada di Kabupaten Kupang, NTT.

 

“NTT daerah semi air karena pohon banyak dan besar di NTT. Tetapi selama ini banyak orang belum tau nama pohon itu sehingga kami menggagas sesuatu untuk NTT terkait pohon-pohon yang ada di NTT,” jelasnya.

 

Menurut Sumitra, e-Menipo bukan inovasi tapi merupakan produk adaptasi dari lokasi lain yang telah ada seperti di Balai Besar Litbang Ekosistem Hutan Dipterokarpa Samarinda, Ask The Three di Balai Litbang LHK Aek Nauli, SiKepo di Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman Hutan Kuok, dan KTP Pohon di Puslitbang Hutan Bogor dan Manggala wanabhakti.

 

Lebih lanjut, Sumitra mengaku mengembangkan e-Menipo menjadi media promosi dan diseminasi yang positif sehingga menjadi pembeda dari produk yang telah ada.

 

“e-Menipo ini dirancang bersama mahasiswi Magang asli Kota Kupang dari Universitas Instiper Jogjakarta di Balai Litbang LHK Kupang. Sebelumnya kami telah merancang dengan nama lain namun ada instansi lain yang telah melaunching hal sama sehingga kami mendesain baru yang itu e-Menipo untuk mengenal pohon berbasis android.” tandas Sumitra.

 

Ia menguraikan, e-Menipo memuat informasi mengenai filosofi masyarakat Timor yaitu ‘mansian muit-nasi na bua’, nama pohon dan nama latin/nama ilmiah, nama daerah, taksonomi pohon yang lengkap, habitus, kegunaan, jurnal prosiding, dan pesan lingkungan hidup.

 

Target awal pemasangan e-Menipo di NTT, ungkap dia, pada pohon-pohon yang berada di halaman kantor balai Litbang LHK Kupang, halaman kantor dinas LHK NTT, halaman kantor Gubernur NTT, dan KHDTK Oelsonbai di Fatukoa kota Kupang.

 

Ia menambahkan, manfaat e-Menipo adalah membantu masyarakat untuk mengetahui informasi banyak tentang pohon, dan sebagai media pendidikan untuk anak sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

 

“Harapannya ke depan e-Menipo menjadi media promosi di ruang terbuka hijau uang ramah lingkungan. Di mana dapat mengurangi pemasangan pamflet atau spanduk yang dipasang di pohon. e-Menipo bisa membantu masyarakat dalam mengenali pohon secara android dengan fitur-fitur yang lengkap sehingga kami berharap ada pihak yang bisa kerjasama dengan kami.” pungkasnya.

 

Mahasiswi Kehutanan Instipar Yogyakarta, Wanda Sebyl Matatula pada kesempatan yang sama menjelaskan, cara menggunakan e-Menipo adalah mengunduh aplikasi QR Code Scanner dan arahkan ke QR Code pada kartu e-menipo, jika berhasil akan terbuka deskripsi pohon sesuai kartu e-menipo. (Yan/ol)