Balita di Tempat Pengungsian Mulai Diserang Penyakit

berbagi di:
Para pengungsi menempati tenda pengungsian dan ebang yang ada di halamab Rujab Bupati Lembata menyusul gempa yang kembali terjadi, Rabu (11/10) pagi tadi. Foto: Hiero Bokilia

Para pengungsi menempati tenda pengungsian dan ebang yang ada di halamab Rujab Bupati Lembata menyusul gempa yang kembali terjadi, Rabu (11/10) pagi tadi. Foto: Hiero Bokilia

 

Hiero Bokilia

Sejumlah pengungsi dari berbagai desa di sekitar gunung Ile Lewotolok, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur mulai terserang berbagai penyakit.

Kepala Dinas Sosial dan PMD Kabupaten Lembata Aloysius Buto kepada VN, Selasa (10/10) mengatakan di hari pertama tiga orang balita berusia 7 bulan dan dua anak kembar berusia satu tahun yang ditampung sementara di lokasi pengungsian mengalami demam.

Ketiganya langsung mendapat penanganan dari tim medis dan langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sejauh ini, jelasnya, pasokan makanan dan kebutuhan para pengungsi sudah ditangani. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Pemprov NTT.

Pemprov NTT meminta Pemkab Lembata berkoordinasi dengan Pemkab Flotim dalam pemenuhan kebutuhan para pengungsi.

“Tapi saya sampaikan untuk sementara kita berupaya atasi sendiri dulu,” kata Buto. (bev/ol)