Bangga Menerapkan Ilmu Gizi

berbagi di:
img-20210305-wa0025_crop_46

Deby Anita Bilaut
Ahli Gizi RSU Undana Kupang

 

 

 

 

MENUNTUT ilmu merupakan salah satu kewajiban bagi setiap orang. Dengan ilmu, seseorang mampu menemukan dan menciptakan berbagai macam keperluan yang bermanfaat untuk sehari-hari.

Tak hanya sekadar dipelajari, ilmu pengetahuan juga harus senantiasa diterapkan ke dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, dengan adanya ilmu diharapkan mampu membuat seseorang lebih mengenal tentang alam, kehidupan sosial, dan juga kemanusiaan.

Pengalaman penerapan ilmu ini juga dialami salah satu ahli gizi di Rumah Sakit Umum (RSU) Universitas Nusa Cendana Kupang Deby Anita Bilaut, saat berbincang dengan VN, Jumat (5/3).

img-20210305-wa0023_crop_51

Pegawai Tidak Tetap Dinas Kesehatan Provinsi NTT yang diperbantukan pada RSU Universitas Nusa Cendana Kupang itu mengaku bangga karena menjadi tenaga kontrak ia bisa menerapkan ilmu yang sudah dilepajarinya.

“Saya senang karena sudah bisa mengaplikasikan ilmu yang saya dapatkan saat belajar di bangku kuliah,” ujar Sarjana Gizi (S.Gz) tamatan Stikes Nusantara Kupang ini.

Selain itu, putri pasangan Dominggus Bilaut dan Agustina Fanggidae itu mengaku menjadi ahli gizi ada banyak peluang di depan mata. Bisa bekerja di instansi atau lembaga mana saja yang bertujuan untuk pemenuhan gizi masyarakat dan kesejahteraan masyarakat. “Bahkan juga bisa membantu dalam pencapaian prestasi seorang atlet,” ujar Deby yang juga menjadi ahli gizi pada Pengurus Provinsi Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) NTT ini.

Meski demikian, gadis kelahiran Kupang, 21 Juni 1997 ini mengaku, setiap pekerjaan tentu memiliki tantangannya tersendiri karena banyak hal yang harus diperhatikan, seperti konseling dengan pasien maupun aktivitas di lingkungan kerja.

“Akan tetapi, kalau kita komit dengan pekerjaan kita dan fokus pada target yang yang akan dicapai pasti semua tantangan itu akan terasa ringan dan mampu untuk dijalani,” ujar Deby yang mengaku bercita-cita menjadi ahli gizi profesional itu.

Kepada VN, dara manis ini juga mengaku, memilih gizi saat kuliah berawal dari niatnya untuk berkuliah di bidang kesehatan. “Awalnya saya mendaftar karena ingin kuliah di bidang kesehatan. Saya tertarik dengan seragam yang digunakan, dan ada banyak peluang untuk bisa praktik kerja lapangan di luar daerah, serta beasiswa yang ditawarkan di kampus,” jelasnya.

Seiring waktu berjalan kata Anggota Ultras Kupang ini, ia mulai menyadari bahwa ilmu yang dipelajarinya memang jurusan terkeren baginya. “Setelah kuliah, saya mulai memahami bahwa ilmu gizi itu jurusan yang keren sesuai degan kemauan saya. Dan saya semakin ingin mendalami ilmu bidang gizi karena prospek kerjanya juga bagus dan juga punya peluang untuk wirausaha yang tinggi,” pungkas dara yang mengaku hobi menonton dan dan bernyanyi itu. (Paskal Seran/Yan/ol)