Bank NTT Bantu Korban Banjir

berbagi di:
screenshot_2020-05-26-23-21-27-50
Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora dan Pinca Bank NTT Cabang Waingapu, Donny Messah menyerahkan bantuan Sembako kepada masyarakat korban banjir di Wulla Waijelu, Senin (25/5). Foto: Dok. Bank NTT
Jumal Hauteas
Bank NTT Cabang Waingapu menyerahkan bantuan sembako bagi korban banjir di Desa Wulla, Kecamatan Wulla Waijelu dan Desa Benda, Kecamatan Pahunga Lodu, Senin (25/5). Bantuan sembako ini berupa 1,5 ton beras, 60 dos mie instan, dan telur ayam.
Hal ini disampaikan Pimpinan Cabang (Pinca) Bank NTT Cabang Waingapu, Donny Messah saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Selasa (26/5).
Menurutnya, bantuan ini bentuk kepedulian Bank NTT terhadap masyarakat di dua desa tersebut yang mengalami bencana banjir karena tingginya curah hujan yang terjadi akhir pekan lalu.
Penyerahan bantuan ini dilakukan Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora, selaku pemegang saham Bank NTT bersama Pimpinan Cabang Bank NTT Cabang Waingapu, juga oleh Sekda Kabupaten Sumba Timur Domu Warandoy, dan sejumlah pejabat Bank NTT Cabang Waingapu lainnya dan unsur pemerintahan lainnya.
Penyerahan bantuan ini sendiri menurutnya terjadi di dua lokasi yang berbeda, yakni yang pertama dilakukan di Desa Wulla dan Desa Hadakamali, Kecamatan Wulla Waijelu, tim kemudian melanjutkan perjalanan untuk menyerahkan bantuan juga kepada masyarakat lainnya di Desa Benda, Kecamatan Pahunga Lodu yang juga sawahnya terendam banjir dalam bencana tersebut.
“Setelah penyerahan di Wulla, dilanjutkan dengan kunjungan dan penyerahan bantuan di Benda,” jelasnya.
Ditambahkannya, hadir pula pada saat penyerahan bantuan ini, Bupati Sumba Timur bersama Ibu, Sekda bersama ibu, Kadis Sosial, Kalak BPBD, Camat Pahunga Lodu, Camat Wulla Waijelu, Pimpinan Cabang Bank NTT bersama wakil, Pimpinan Capem bank NTT bersama wakil, kepala kas bank NTT, Kepala USPD dan karyawan bank NTT, serta masyarakat desa Hadakamali Desa Wulla dan Desa Benda.
Ia berharap bantuan tersebut bisa meringankan beban warga terdampak banjir ini, karena sebagian warga terutama warga Desa Benda, Kecamatan Pahunga Lodu, harus kehilangan hasil padi yang siap panen, bahkan yang sudah dipanen, dirontok dan belum sempat dibawa ke rumah karena belum selesai proses panen di sawah.
Camat Wulla Waijelu, Daniel Raja yang dihubungi VN melalui sambungan telepon, Selasa (26/5) mengaku warga yang ada di dua desa terdampak banjir tersebut sudah langsung menerima bantuan sembako dari Bank NTT Cabang Waingapu, sehingga warga bisa bertahan hidup di tengah bencana.
“Benar kemarin (Senin, 25/5) ada bantuan sembako dari Bank NTT dan Pak Bupati juga hadir dan ikut menyerahkan bantuan tersebut,” jelasnya.
Mengenai jumlah total warga masyarakatnya yang menjadi korban banjir, Rabu (20/5) lalu Daniel mengaku tidak mengingat persis datanya. Namun masih terus dilakukan pendataan agar segera dilaporkan ke BPBD Kabupaten Sumba Timur. “Kita juga akan segera lapor ke Balai Wilayah Sungai di Kupang, karena pintu bendungan Baing jebol,” jelasnya.
Pihaknya dan warga juga sudah membersihkan drainase yang tersumbat di sekitar Polsek Wulla Waijelu yang mengakibatkan terjadinya luapan air, sehingga aliran air kembali lancar dan genangan air yang sempat merendam sejumlah rumah warga kini sudah tidak lagi menggenang. “Airnya sudah langsung surut setelah kita bersihkan drainasenya,” jelasnya.
Daniel menambahkan untuk sementara data yang masuk dari desa-desa, terutama dua desa paling terdampak yakni Desa Hadakamali dan Desa Wulla, hanya ada korban rumah warga yang terendam, sedangkan areal sawah milikĀ  petani belum ada laporan ada korban.
“Sawah tidak ada, karena pintu bendungan jebol, airnya keluar melalui saluran irigasinya, dan tidak meluap,” tandasnya.(bev/ol)