Bank NTT Waikabubak buka Ruang bagi Enterpreneur Muda

berbagi di:
img-20190909-wa0024
Bank NTT Cabang Waikabubak membuka ruang ekspresi bagi enterpreneur muda di Kota Waikabubak dan sekitarnya, dengan menyediakan program LOPO DI@ BISA atau Caffe Bank NTT (Bante) 009 di depan Gedung Karya Siaga, depan rumah jabatan Bupati Sumba Barat, Waikabubak.
Selain enterpreneur muda,pelaku-pelaku usaha binaan Bank NTT Waikabubak juga dilibatkan dalam ruang ini.
img-20190909-wa0033
Pimpinan Cabang Bank NTT Cabang Waikabubak, Yuan Nerda A. Taneo melalui pesan WhatsApp, Senin (9/9) malam menjelaskan program LOPO DI@ BISA ini resmi dimulai Sabtu (7/9) malam dan akan berlangsung setiap hari dari pukul 09.00 – 22:30 Wita  kecuali hari Minggu.
“Program LOPO DI@ BISA ini kita lakukan untuk memberikan ruang bagi teman-teman pedagang kuliner yang kita dampingi dan mendorong anak-anak muda untuk berpikir bahwa enterpreneur itu juga ruang yang memiliki potensi untuk ditekuni,” ujarnya.
Menurutnya, para pelaku usaha binaan Bank NTT Cabang Waikabubak dan anak-anak sekolah yang dilibatkan dalam program ini sangat antusias untuk ruang yang disediakan Bank NTT Cabang Waikabubak dan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat. Ruang ini akan menghidupkan perputaran ekonomi di Kota Waikabubak dan sekitarnya.
img-20190909-wa0036
“Puji Tuhan karena program kita ini mendapatkan respon yang sangat positif dari para pelaku usaha dan anak-anak sekolah yang kita libatkan. Karena tidak hanya fasilitas tenda, jaringan listrik, air, hingga alat masak. Tetapi juga kita sediakan jasa wifi gratis bagi pelaku usaha dan juga penikmat kuliner, sehingga bisa makin ramai Kota Waikabubak,” jelasnya.
Ia menambahkan, ara pelaku usaha dan anak-anak sekolah yang dilibatkan dalam program ini juga berharap program LOPO DI@ BISA Coffe Benta 009 ini bisa menjadi awal yang baik untuk pengembangan ekonomi kecil menengah di Kabupaten Sumba Barat, sehingga berbagai potensi lokal yang ada bisa dikembangkan secara maksimal ke depan.
“Kami sangat senang dengan program ini, karena kami bisa belajar bagaimana memulai sebuah usaha yanh kemudkan bisa memberikan kami pelajaran sekaligus pengalaman untik modal kami mengembangkan diri setelah sekolah nantinya,” jelas Yuan mengutip pernyataan siswa SMK Negeri 1 Waikabubak, yang ikut serta dalam program ini yakni, Marthen Ngongo Bela Mata, Susanti Lende, dan Novia Boni Ngani.
img-20190909-wa0030
Menurut Yuan, program ini juga bertujuan untuk menjadikan lokasi ini sebagai pusat kuliner, mikro center dan juga sebagai pusat pengembangan dan edukasi enterpreuner muda di Sumba Barat. Karena itu, semua tempat yang disediakan saat ini terisi dengan berbagai jenis jualan hasil binaan Bank NTT Cabang Waikabubak yakni Kopi Sumba yang dilaunching oleh Bupati Sumba Barat, pada pembukaan pameran pembangunan dan Taman Hiburan Rakyat (THR) bulan Agustus lalu, kemudian sejumlah panganan lokal berbahan dasar pisang, ubi, kelapa, jus dari buah-buahan asli Sumba, serta sejumlah makanan lain seperti bakso, soto, gulai, dan lain-lain.
“Kita harapkan ini kemudian akan berkembang menjadi pusat kuliner di Kota Waikabubak, yang akan menggerakkan ekonomi masyarakat dan pusat pendidikan serta pengembangan jiwa enterpreneur muda dimana anak-anak SMK ikut dilibatkan dalam kegiatan ini, sbagai pengelola,” tandasnya.(bev/ol)