Bantuan Presiden Jokowi untuk Korban Banjir Bandang Tiba di Lembata

berbagi di:
img-20210408-wa0062

Bantuan Presiden Jokowi dan sejumlah elemen lainnya yang diangkut KRI Oswald Siahaan saat tiba di Lembata, Kamis (8/4). Foto:Hiero Bokilia/vn.

Hiero Bokilia

Bantuan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk para korban banjir bandang di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Provinsi NTT,  tiba di Lewoleba, Ibu Kota Kabupaten Lembata, Kamis (8/4).

Ribuan paket bantuan ini diangkut KRI Oswald Siahaan dan KRI Ahmad Yani 354. Paket bantuan untuk korban bencana yang diangkut KRI Oswald Siahaan 351 dan KRI Ahmad Yani 354 sebanyak 3.572 paket, dari Oase dan Ibu-Ibu Dharma Pertiwi sebanyak tiga ribuan paket dan bantuan dari TNI Angkatan Laut (AL) sebanyak 2.700 paket.

Kepada wartawan di Lewoleba, Kamis pagi, Danlantamal Kupang Laksamana Pertama IG Kompiang Aribawa, CHRMP mengatakan, dua Kapal Angkatan Laut tersebut mengangkut Bantuan kotak dari Presiden RI Joko Widodo, juga dari organisasi Oase dan  Dharma Pertiwi serta bantuan Kontak dari Angkatan Laut Armada II.

Dijelaskannya, bantuan yang dibawa dari Jakarta tiba dan didistribusikan mulai dari Maumere kemudian digeser ke Lembata dan kemudian menuju Adonara, Kabupaten Flores Timur.

“Paket bantuan tersebut telah diserahterimakan kepada Bupati Lembata sehingga sedang dilakukan penurunan bantuan  di Pelabuhan Lewoleba,” katanya.

Sementara bantuan untuk korban bencana di Adonara, kabupaten Flores Timur akan diserahterimakan kepada Bupati Flotim di Adonara agar segera didistribusikan kepada para korban bencana.

Menurut Laksma TNI IG Kompiang Aribawa, selain KRI Oswald Siahaan yang membawa ribuan paket bantuan, ada juga KRI Ahmad Yani yang akan membawa pasukan untuk membantu dan merehabilitasi masyarakat terdampak banjir dan longsor.

Darurat Bencana

Bupati Lembata Eliyaser Yentji Sunur menetapkan status tanggap darurat penanganan bencana banjir bandang, longsor dan gelombang pasang yang terjadi di Lembata. Status tanggap darurat ditetapkan dari 4 April sampai 17 April mendatang.

Penetapan status tanggap darurat itu tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Lembata Nomor 326 yang ditandatangani Bupati Lembata Eliyaser Yentji Sunur pada 5 April 2021. (Yan/ol)