Banyak TKI Memilih Jalan Pintas

berbagi di:
Kepala BP3TKI NTT, Tato Tirang

Kepala BP3TKI NTT, Tato Tirang

 
Polce Siga

Kepala BP3TKI Kupang Tato Tirang dalam talk show yang digelar Komunitas Peacemaker Kupang (Kompak) di Hotel Neo Aston Kupang, Rabu (28/3), mengatakan, banyak TKI asal NTT yang memilih jalan pintas, pergi merantau tanpa repot mengurus dokumen yang dibutuhkan.

Tidak sedikit pula dari TKI asal NTT yang bekerja di luar negeri pergi secara ilegal dengan menggunakan dokumen palsu, namun mereka tidak tahu bahwa dokumen mereka itu dipalsukan.

Dengan kondisi demikian, negara tujuan mudah mempermainkan TKI, mudah dikibuli dan digaji rendah. “Kalau negara tujuan itu dengan dokumen ilegal, maka majikan mudah menganiaya TKI dan gaji tidak teratur. Ini masalah sekarang,” ujarnya.

Dia mengatakan, banyak TKI ilegal yang dipulangkan dalam kondisi meninggal dunia setelah dicek dokumen banyak yang palsu. Asal dan tempat tinggal TKI bahkan tidak sesuai dengan dokumen yang ada.

“Kenapa masih banyak yang ilegal, karena tidak memiliki dokumen, itu masalahnya ada di dokumen. Dari dulu orang berangkat secara ilegal, tapi kita baru sadar sekarang,” katanya.

Tirang mengatakan, setidaknya ada belasan ribu TKI yang dokumennya bermasalah, karena palsu dan tidak melalui prosedur. Menurutnya, banyak TKI yang tidak tahu kalau dokumennya palsu. “Orang yang pergi ke luar negeri juga tidak tahu kalau dokumennya palsu, karena dia ditipu,” ujar Tirang.

Direktur PT Citra Bina Tenaga Mandiri Saul Liyanto pada kesempatan yang sama mengatakan, umumnya para TKI ogah mengurus administrasi sesuai prosedur, karena masih berbelit-belit dan merepotkan, sehingga banyak yang mengambil jalan pintas. Menurutnya, saat administrasi yang paling gampang diurus hanya di kantor BP3TKI Kupang dan di luar dari itu begitu rumit.

Saul mengatakan, sebagai perusahan pengerah tenaga kerja, maka tentunya pihaknya bekerja dengan hati, karena menyangkut urusan kemanusiaan. Menurutnya, pekerjaaan tersebut ditekuni sudah lama. “Yang urus manusia karena sangat sensitif sekali, kami pertama pekerjaan yang selama kami hidup,” kataya.

Ia menambahkan, jika semua perusahaan pengerah tenaga melakukan sesuai prosedur, maka tidak akan terjadi pengiriman TKI illegal ke luar negeri. Ia mengaku, memiliki balai latihan kerja (BLK) untuk mendidik TKI sebelum dikirim ke luar negeri.

“Kita bekerja ini dari tahun 1999 dan kita berkerja dangan benar. Kalau semua kerja dengan benar-benar tidak ada masalah. Boleh pergi lihat BLK kami. Di sana ada instruktur dan juga ada tokoh-tokoh agama,” ujar Saul.

Saul mengatakan, dalam proses BLK pihaknya benar-benar mengirim TKI yang benar-benar mahir, namun jika ada yang belum layak maka dipulangkan. Menurut Saul, pihaknya mengirimkan orang yang sama-sama saling menguntungkan.

“Kalau ujian tidak lulus pulang. Kami tidak akan kirim orang yang tidak mengutungkan dirinya dan kami perusahaan. Kalau bisa ke BLK kami bisa lihat TKI yang mau dikirim secara legal,” katanya dalam talk show bertajuk
“Mencari Solusi dan Aksi Nyata Melawan Trafficking dan Keberangkatan TKI Illegal,” tersebut. (pol/D-1)