Baru 10 dari 173 Proyek Infrasttuktur yang Ditender

berbagi di:
Salah satu jembatan di wilayah Kabupaten Kupang yang mulai retak padahal baru saja dikerjakan dan masih dalam tahap pemeliharaan oleh kontraktor. Biaya yang digunkana untuk proyek ini mencapai Rp 36 miliar.

 
Stef Kosat
Sebagai bentuk percepatan pembangunan NTT bangkit menuju sejahtera, maka hari ini Kamis 28 Maret melalui Dinas PUPR NTT melakukan penandatangan kontrak dengan para rekanan untuk program peningkatan infastruktur, kawasan dan tata ruang tahun anggaran 2019.

Supaya apa yang akan dilakukan dapat memberi hasil yang terbaik bagi masyarakat NTT. Sebab ada 173 paket proyek dan 100 paket dari 173 itu merupakan paket proyek yang strategis. Untuk itu kami butuh dukungan dari semua pihak, sebab jika tidak demikian tentunya akan ada masalah.
Kontrak yang ditandatangani hari ini kami harapkan semuanya bisa berjalan dengan baik. Sesuai arahan gubernur akhir April semua paket proyek yang berjumlah 173 sudah harus selesai ditandatangani kontraknya karena hari ini
baru 10 proyek yang ditandatangani.

Dalam arahannya kepada para kontraktor/rekanan, Plt Kadis PUPR NTT Maksi Nenabu mengatakan dalam tahun pertama mewujudkan RPJMD 2018-2023. Dalam mewujudkan kesejahteraan masrakyat NTT, PUPR menjadi salah satu unit yang ditugasi untuk menangani pekerjaan-pekerjaan infastruktur.

Untuk itu, cukup banyak harapan yang diberikan ke insan PUPR. Sehingga saya harapkan kepada para rekanan untuk mulai hari ini kita harus memiliki tekad yang sama setelah menandatangani kontrak. Tugas kita adalah mulai sama-sama mengawal semua pekerjaan ini.

Ia mengingatkan para rekanan, setelah penandatangan kontrak harus melakukan penarikan uang muka. Karena itu merupakan hak dari semua yang berkontrak, dan kami menuntut para rekanan untuk melakukan proses penarikan uang muka. Karena ini berkaitan dengan realisasi dan progres proyek yang harus segera dijalankan. Para rekanan juga diingatkan untuk memberikan mutu dan kualitas atas proyek yang dikerjakan. Karena dalam menuju kontrak yang baik adalah bukan hanya kuantitas tetapi kualitas. Selain itu, struktur dari para rekanan harus lengkap dari awal pengajuan kontrak hingga akhir PHO proyek
Supaya apa yang akan dilakukan dapat memberi hasil yang terbaik bagi masyarakat NTT. Sebab ada 173 paket proyek dan 100 paket dari 173 itu merupakan paket proyek yang strategis. Untuk itu kami butuh dukungan dari semua pihak, sebab jika tidak demikian tentunya akan ada masalah.

Kontrak yang ditandatangani hari ini kami harapkan semuanya bisa berjalan dengan baik. Sesuai arahan gubernur akhir April semua paket proyek yang berjumlah 173 sudah harus selesai ditandatangani kontraknya karena hari ini baru 10 proyek yang ditandatangani.

Ia meminta BPBJ untuk memprioritaskan dokumen dari PUPR terutama untuk paket proyek jalan. Sebab waktu pelaksanaan sebuah jalan butuh waktu yang panjang. Selain itu, ia juga mengharapkan dukungan dari BUMD seperti PT Flobamora dan Jamkrida untuk mensuplai aspal dan semen derta jaminan. Sehingga para rekanan juga bisa melihat peluang hadirnya PT Flobamora untuk membantu suplai bahan-bahan yang dibutuhkan demi kelancaran pembangunan di NTT, pungkas Maksi.

Sementara Ketua Lembaga Pengembbangan Jasa Konstruksi (LPJK )NTT Paulus Tanggela, sebagai pembina dan yang memberi sertifikasi bagi para rekanan mengatakan, semua kontraktor harus memiliki tenaga terampil dan ahli. Supaya proyek yang dikerjakan kualitasnya baik karena kontraktor memiliki tenaga terampil dan kompeten.

Karena hal tersebut masuk dalam perintas UU Nomor 12 tahun 2017. Kalau kita bicara kompeten, maka pekerjaan berkualitas itu dituntut tenaga-tenaga terampil dan kompeten. Sehingga para kontraktor perlu memiliki pekerja yang punya keterampilan, pengetahuan dan mental yang baik atau integras. Sebab tanggungjawab yang harus dipikul itu besar dan berat sehingga butuh orang memiliki kemampuan secara komplit. Agar semua proyek yang telah ditandatangani harus diselesaikan sesuai tenggat waktu yang ditentukan harus dipenuhi dan tidak perlu ada proyek yang mangkrak” pungkas Paulus. (Mg-01)