Baru Dua Bulan Jadi CPNS, Anak Sekda TTS Jadi Kepala Puskesmas Nulle

berbagi di:
1391891_3620741372963_1657906190_n

dr. Yusri Dina Selan. Foto: FB Yusri

 
Mutiara Malahere

dr Yusri D Selan, yang baru dua bulan lolos sebagai CPNS menjadi pelaksana Kepala Puskesmas Nulle, Kecamatan Amanuban Barat, Nusa Tenggara Timur.
Jabatan tersebut berdasarkan Surat Penunjukan Dinas Kesehatan Kabupaten TTS Nomor : Dinkes.07.01/2018/V/2019 yang menunjuk dr. Yusri D. Selan menjabat sebagai Kepala Puskesmas Nulle yang mulai bertugas pada Rabu, 15 Mei 2019.

Informasi yang diperoleh VN menyebutkan dr. Yusri bertatus CPNS 80 persen Golongan IIIb dan merupakan anak kandung Sekda TTS Marthen Selan.

Menurut sumber, pengangkatan CPNS sebagai Kepala Puskesmas Nulle tersebut cukup menggegerkan karena seorang yang berstatus CPNS dapat memegang jabatan penting. Padahal sebagai pemimpin, ia harus memiliki kemampuan manajemen yang memadasi, paham sistem birokrasi Puskesmas dan harus tahu cara mengelola anggaran.

“Masih berstatus CPNS 80 persen namun ditunjuk untuk memegang jabatan penting, sedangkan aturannya bagi CPNS 80 persen pada saat sekarang ini masih dalam masa observasi, tentunya tidak boleh demikian,” ungkap sumber.

Menanggapi hal tersebut, Kadis Kesehatan TTS dr. Eirene Ate di ruang kerjanya, Selasa (14/5) mengatakan penunjukan CPNS dr. Yusri Selan sebagai Kepala Puskesmas Nulle bukan tanpa alasan. Menurutnya, belum ada aturan yang membatasi terpilihnya dr Yusri sebagai kepala puskesmas. Pasalnya, saat ini aturan Menkes menghendaki pejabat Kepala Puskesmas harus berstatus dokter.

Ia menilai, sekalipun masih berstatus CPNS namun dr Yusri berprofesi sebagai dokter sehingga memungkinkan untuk menjabat posisi tersebut.

“Pada puskesmas Nulle hanya ada satu orang dokter umum, sehingga yang bersangkutan walaupun statusnya masih CPNS tetapi dapat memegang jabatan tersebut, dan saya rasa bukan persoalan yang berarti, karena dr. Yusri Selan sebagai dokter juga mendapat tugas tambahan untuk mengelola manajemen Puskesmas Nulle,” jelas Eirene.

Terkait dengan pertimbangan kemampuan dan kinerja yang bersangkutan, lanjut Eirene, pihaknya akan melakukan monitoring dan evaluasi sehingga manajemen dan pelayanan kesehatan pada Puskesmas Nulle berjalan seimbang.

“Kami dari Dinkes akan terus memantau dan evaluasi kinerja dari semua pejabat Kepala Puskesmas, termasuk Nulle dan memastikan manajemen dan pelayanan kesehatan berjalan lancar, karena kami tidak ingin mengorbankan pelayanan masyarakat,’ tegas Eirene.

Terkait status CPNS, menurut Eirene tidak menjadi masalah karena dokter PTT juga dapat menjabat sebagai Kepala Puskesmas sepanjang memenuhi syarat, bahkan ada pula kepala puskesmas yang bukan berprofesi dokter.

“Di Kabupaten TTS ketersediaan tenaga dokter sangat minim, namun kebutuhan tenaga dokter sangat tinggi, sehingga sekalipun masih berstatus CPNS namun dapat dipercayakan mengemban tugas tambahan, bahkan dokter PTT juga dapat dipercayakan memeganf jabatan Kepala Puskesmas berdasarkan kebijakan Pemda dan kebutuhan daerah,” pungkasnya. (tia/S-1)