Belajar Silat sejak Usia 7 Tahun, Zikri Sabet Banyak Prestasi hingga Lolos PON XX

berbagi di:
img-20210116-wa0051

 

 

Sinta Tapobali

 
MENJADI pesilat terbaik menjadi impian dari salah satu pesilat asal NTT, Muh Zaki Zikrillah Prasong (20).

Sejak berusia 7 tahun, lelaki tampan yang biasa sapa Zikri ini telah mencintai dunia persilatan mengikuti jejak sang Ayah Aba Fakhruddin Prasong yang merupakan pelatih sekaligus Ketua Perguruan Tapak Suci di Provinsi NTT.
“Saya berlatih Pencak Silat sejak usia 7 tahun dari SD kelas 2, itu karena saya ingin mengikuti jejak orangtua yang merupakan atlet silat dari Perguruan Tapak Suci yang saat ini sudah menjadi pelatih perguruan dan pelatih Kota Kupang dan saya ingin melebih jejak orangtua yang hanya sampai di tingkat Nasional, sedangkan saya ingin sampai ke tingkat Internasional khususnya SEA Games demi mengharumkan nama Indonesia khususnya NTT dan keluarga di kancah Internasional,” ungkapnya.

Di usia yang masih muda, Zikri telah menoreh banyak jejak prestasi cabang Pencak Silat. Ia memulai karirnya sebagai atlet Pencak Silat ketika terpilih menjadi salah satu atlet binaan Dispora NTT di sentra PPLP hingga ke PPLM bahkan ia sempat menjadi salah satu atlet di Pelatnas Asian school Games dan berhasil meraih medali emas bagi Indonesia.

Selain itu ia juga berhasil menjadi salah satu atlet dari 6 atlet pencak silat NTT yang lolos ke PON XX di Papua Oktober mendatang.

Selain kejuaraan-kejuaraan bergengsi di atas, ia juga telah banyak menoreh prestasi semenjak berada di Sentra PPLP hingga ke PPLM, seperti Popda, Porprov, Popwil dan beberapa Kejuaraan Nasional lainnya.

“Untuk Kejurnas saya ikut 11 kali tapi 4 kali gagal karena baru pertama turun di Kejurnas sedangkan yang lain saya berhasil keluar sebagai juara seperti dalam Kejurnas PPLP di Manado 2016 medali perak, Popwil di Jatim 2016 medali emas, Kejurnas PPLP di NTB 2017 medali perak, Kejurnas PPLP di Sulsel 2018 medali emas, Popwil di NTB 2018 medali emas, Prabowo Cup I di Jakarta 2018 medali emas, Porprov 2018 medali emas dan Panglima Cup Merpati Putih Open di Jakarta 2019 medali emas, Bali Championship 2019 medali emas” jelasnya.

Dengan prestasi yang ia raih selama ini baik di tingkat Nasional maupun Internasional, dirinya berharap ke depannya bisa dipanggil lagi ke Pelatnas untuk mengikuti seleksi dan menjadi skuat inti di kejuaraan Dunia dan SEA Games.

“Impian saya suatu saat dapat dipanggil lagi ke Pelatnas untuk menjadi skuat inti bagi tim silat Indonesia di kejuaraan Internasional,” ungkapnya.
Berkat Didikan Orangtua
Ia mengaku bahwa prestasi yang dicapai berkat dukungan dan didikan orangtua serta pelatih di perguruan.

“Ini semua berkat didikan orangtua yang selalu memberikan motivasi serta selalu mendoakan saya. Selain kedua orangtua tentunya ini semua tidak terlepas dari teman-teman di perguruan terkhususnya pelatih, walaupun dia keras saya sangat bangga memiliki sosok pelatih demikian karena semua demi kebaikan saya dan itulah yang membuat saya sampai menjadi pesilat terbaik di Kejurnas,” ungkapnya.

Kepada seluruh anak muda di manapun berada, Zikri berpesan untuk jangan pernah takut bermimpi setinggi langit, karena semua orang bebas bermimpi dan ketika mimpi itu dikejar dan dibarengi dengan doa, usaha dan kerja keras, maka akan membuahkan hasil yang terbaik. (Yan/ol)