Belum Ada Rencana Tutup Penerbangan

berbagi di:
foto-hal-01-cover-170920-peti-mati-master

 

Para tenaga kesehatan mendorong peti jenazah dokter Oki Alfin yang meninggal akibat korona, di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, Riau, Sabtu (12/9) lalu. Foto ini menjadi viral setelah para pelayat dan keluarga almarhum melakukan shalat jenazah untuk sang dokter sebelum dimakamkan. Alamrhum terpapar virus korona dari pasien yang dirawatnya di Puskesmas Gunung Sahilan 1 Kabupaten Kampar. Dok.MI

 

 

 
Rafael L Pura

PENINGKATAN tajam kasus positif Covid-19 di Daratan Pulau Flores lewat pelaku perjalan dari luar NTT, belum bisa dijadikan ukuran memberlakukan penutupan penerbangan dan pelayaran dari luar NTT. Termasuk termasuk dari daerah yang sudah memberlakukan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) seperti Bali dan Jakarta.

“Pemerintah (Pemprov) belum melihat ada kemungkinan untuk menutup rute penerbangan ke NTT, termasuk dari Bali dan Jakarta. Penerbangan harus tetap beroperasi guna menopang denyut perekonomian NTT,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) NTT Isyak Nuka menjawab VN, Rabu (16/9) kemarin.

Semua rute penerbangan, lanjut Isyak, tetap dibuka karena Pemerintah belum berpikir untuk menutup karena pertimbangan ekonomi. “Pilihan untuk menutup rute Jakarta-Kupang, Bali-Kupang dan Surabaya-Kupang tidak akan dilakukan. Jika ditutup, maka akan beresiko terhadap pertumbuhan ekonomi NTT,” tegas Isyak.

 

Lebih Ketat

 

Isyak juga mengatakan bahwa Pemprov akan lebih ketat melakukan pengawasan, terutama rapid test di semua pintu kedatangan, meski metoda ini belum sempurna. “Karena ada juga yang membawa hasil rapidnya dan ternyata setelah 14 hari hasil swabnya dinyatakan positif,” katanya.

Kita semua ketahui perekonomian NTT mengalami kontraksi sebesar 1,96 persen. Sehingga menutup penerbangan akan sangat beresiko. Apalagi kegiatan ekonomi UMKM yang saat ini dibuat di Milenium ballroom, juga bagian dari upaya untuk mengembalikan pertumbuhan ekonomi sehingga tidak mungkin menutup penerbangan.

Ditanya koordinasi antara Angkasa Pura, KKP, Pelni, dan Dinkes sehingga mampu menghambat penyebaran Covid-19 seperti sebelumnya, Isyak menjelaskan bahwa sejak new normal/kenormalan baru, belum ada pertemuan rutin. “Selaku kepala Dinas perhubungan saya berpikir, perlu ada evaluasi segera, khususnya di gugus tugas provinsi segera,” ungkapnya.

 

Tidak Perlu

 

Anggota Komisi IV DPRD NTT asal fraksi Demokrat Boni Jebarus mendukung penuh langkah Pemprov. Menurutnya jalur penerbangan tidak perlu ditutup untuk menajaga lalu lintas barang dan jasa dalam menopang perekonomian. Yang perlu dilakukan sekarang adalah pengetatan pengawasan terhadap pelaksnaan potokol kesehatan.

Dia menyarankan agar penerbangan dan semua aktivitas berjalan seperti biasa, dan memperkertat pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan di bandara dan pelabuhan.

Sementara Ketua Komisi IV asal Fraksi PDIP Agus Lobo menyarankan penerbangan ditutup sementara untuk mencegah kluster penyebaran dari luar NTT, apalagi NTT sudah ada transmisi lokal. Menutup sementara, sambil melakukan upaya pencegahan dan penangan pandemi ini dengan serius. (mg-01/R-4/yan/ol)