Bendungan Raknamo Resmi Jadi Ekowisata

berbagi di:
1a

 

RESMIKAN EKOWISATA: Bupati Kupang Korinus Masneno saat meresmikan ekowisata Bendungan Raknamo di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, akhir pekan kemarin. Foto:Afret/vn.

 

 

 

Afret Otu

 

 

BENDUNGAN Raknamo yang terletak di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang selain dimanfaatkan untuk pertanian peternakan dan perikanan, kini resmi menjadi ekowisata. Launching ekowisata Bendungan Raknamo sudah dilakukan akhir pekan kemarin.

Kini bendungan yang menelan biaya pembangunan Rp760 miliar itu menjadi salah satu titik destinasi wisata di Kabupaten Kupang. Aktivitas wisata di bendungan ini akan seiring dengan meningkatnya ekonomi masyarakat di kawasan ekowisata tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) Provinsi NTT Ondy Siagian mengatakan, diperlukan adanya pendampingan dari pihak-pihak terkait dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ia juga berharap agar wilayah ekowisata serupa bisa dikembangkan juga di tempat lain di NTT.

Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi NTT, Maria Nuban Saku mengatakan peningkatan ekonomi masyarakat sangat tergantung masyarakat memanfaatkan peluang ekowisata.
Yang jelas, kata dia, Raknamo telah membawa suasana baru selain air yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat di berbagai bidang seperti pertanian dan peternakan.

Dia mendorong warga Kabupaten Kupang untuk bangkit dan semangat karena Pemerintah Provinsi NTT melalui visi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi untuk menjadikan NTT lebih sejahtera dengan hadirnya program tanam jagung panen sapi (TJPS).
Ia meminta masyarakat menekuni TJPS ini dengan bekerja keras.

“Tuhan pakai pemerintah sebagai alat untuk berkarya. Pemerintah berupaya menjawab kebutuhan masyarakat seperti dalam bertani atau berkebun, disiapkan alat berat, eksavator, benih, pupuk, obat hama tanaman dikasih cuma-cuma, asalkan masyarakat siapkan lahan, tekun, dan tanggung jawab pasti ada hasilnya. Apalagi selalu ada pendampingan dari pemerintah termasuk peneliti pertanian,” jelas dia.

Bupati Kupang Korinus Masneno mengapresiasi kerja nyata Pemprov yang sudah banyak membantu masyarakat Kabupaten Kupang dalam banyak seperti pembangunan pertanian, peternakan, perkebunan maupun pariwisata seperti yang dilakukan DLHK Provinsi NTT saat ini.

Menurut Masneno Program TJPS relevan dengan program Pemkab yakni Revolusi 5P (Pertanian, Peternakan, Perikanan, Perkebunan dan Pariwisata). TJPS sangat membantu menyukseskan pertanian dan peternakan di Kabupaten Kupang.

Masneno berharap agar DPRD NTT bisa membantu memperjuangkan kebutuhan masyarakat kabupaten di tingkat provinsi.

Masneno minta masyarakat untuk menjaga lingkungan sekitar Raknamo karena dari Raknamo perekonomian masyarakat akan tumbuh jika dijalankan usaha, kerja nyata sembari mematuhi aturan dalam kawasan ekowisata.

Untuk diketahui Bupati Kupang Korinus Masneno meresmikan ekowisata bendungan Raknamo kerjasama UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Kabupaten Kupang dengan Kelompok Tani Hutan Baru Terbit sebagai kegiatan menyongsong Hari Konservasi Alam Nasional 2021. (tia/R-2/yan/ol)