Bentrok Berdarah, Pelajar Terpaksa Libur Sepekan

berbagi di:
Beberapa pelajar SD dan SMP menghabiskan waktu dengan bermain di sekitar kintal sekolah. Foto: Mutiata Malahere/VN

Beberapa pelajar SD dan SMP menghabiskan waktu dengan bermain di sekitar kintal sekolah. Foto: Mutiara Malahere/VN

 
Mutiara Malahere

Sepekan pascabentrok berdarah antar pemuda dari Desa Tanah Merah, Oebelo, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur masih berdampak hingga saat ini.

Pantauan VN Kamis (30/8) beberapa sekolah seperti SD GMIT Oebelo, SD-SMP Kristen Rehobot sepi tanpa aktivitas. Kegiatan belajar mengajar di SMPN 1 Kupang Tengah masih berlanjut namun siswa dan guru pulang lebih awal pada pukul 12.00 Wita.

Para siswa SD-SMP Satu Atap Kristen Rehobot terpaksa diliburkan. Hanya tampak beberapa siswa yang tinggal di sekitar sekolah menghabiskan waktu bersama dengan bermain di sekitar sekolah.

Kepala Sekolah SD-SMP Kristen Rehobot Mariajina Soares mengatakan sekolah terpaksa libur karena para guru masih takut pascabentrokan beberapa waktu lalu.

Sebagian besar anak-anak pun masih diungsikan oleh orangtuanya kepada ke sanak saudaranya yang berdomisili di luar Oebelo.

“Kami prihatin dengan kondisi ini, bahkan kami juga belum memastikan jadwal sekolah normal seperti biasa, sebab para warga pun masih sangat khawatir dan ketakutan sehingga tidak mengijinkan anak-anaknya bersekolah,” ungkap Mariajina.

Ia khawatir dengan para siswa Klas VI dan Kelas VIII yang seharusnya mendapatkan pelajaran secara intensif, namun harus diliburkan akibat kondisi ini.

“Kondisi sekolah libur sangat berpengaruh pada banyak hal, salah satunya proses belajar-mengajar yang terganggu sehingga para siswa pun mengalami keterlambatan materi pelajaran,” tambah Mariajina.

Salah seorang warga Oebelo, Maria Sisilia Guimarais meminta agar pemerintah segera mengambil langkah yang tepat untuk menyikapi kondisi ini.

“Saya prihatin melihat anak-anak tidak sekolah dan ketinggalan materi pelajaran, mereka butuh masa depan melalui bidang pendidikan sehingga pemerintah harus cepat mengambil langkah tegas dan tepat maka aktivitas sekolah pun kembali normal,” pinta Sesilia.

Sementara kepada VN Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 1 Kupang Tengah Abdul Latif mengatakan dalam minggu ini para pelajar tidak diliburkan dan bersekolah seperti biasa. Namun, ia mengaku banyak orangtua yang meminta para siswa pulang lebih awal dengan alasan kemanan dan keselamatan para siswa.

Ia berharap situasi segera kondusif sehingga aktivitas di sekolah normal kembali. (bev/ol)