Berkas Perkara Kasus Sodomi Dilimpahkan

berbagi di:
ilustrasi sodomi

 
Mutiara Malahere

Penyidik Unit Reskrim Polsek Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur telah melakukan pelimpahan tahap pertama berkas perkara dugaan kasus pelecehan seksual oleh mahasiswa Bona Vantura terhadap anak dibawah umur masih berstatus pelajar SMP.

Pelimpahan tahap pertama berkas perkara tersebut diserahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Kupang pada Jumat (22/9) lalu.

Kapolsek Oebobo Polres Kupang Kota AKP Fajar Virgantara melalui Panit I Aipda Jonendi Mbura kepada VN Minggu (24/9) menjelaskan pihaknya telah melimpahkan berkas perkaranya dan masih menunggu pertimbangan jaksa peneliti untuk memenuhi petunjuk jaksa.

“Kami masih menunggu hasil pertimbangan dari jaksa peneliti berkas perkara, dan apabila sudah ada petunjuk maka kami akan memenuhinya sesuai dengan petunjuk jaksa,” jelas Mbura.

Sebelum melimpahkan berkas perkara, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi baik dari pihak korban, orangtua. Tersangka pun juga telah mengakui perbuatannya.

Pihaknya juga telah mengambil keterangan dari Pekerja Sosial (Peksos) karena korbannya berstatus anak di bawah umur yang berusia 14 tahun dan masih duduk di bangku SMP.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan ancaman UU Nomor 35 Tahun 2014 Terkait Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sebelumnya, pertemuan antara tersangka dan korban bermula dari media sosial facebook, kemudian perkenalan pun berlanjut melalui messenger.

Setelah itu dalam kurun waktu beberapa hari saja, tersangka dan korban pun sepakat bertemu dan perbuatan sodomi pun terjadi di dalam kamar kos tersangka yang terletak di wilayah Pasar Kuanino, Kecamatan Oebobo.

Bahkan perbuatan sodomi pun terjadi sebanyak dua kali dan tidak ada unsur paksaan dan korban pun bersedia menuruti permintaan korban.