Berkat Listrik, Pendapatan Dominica Naik Dua Kali Lipat

berbagi di:
Foto; Dok. PLN UIW NTT

Foto; Dok. PLN UIW NTT

 

 

Senyum bahagia terus mewarnai wajah Dominica Rinesi, seorang pengrajin tenun di Desa Sonraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Setelah sekian lama hidup tanpa listrik, Dominica dan keluarga akhirnya mendapatkan bantuan listrik  gratis dari PLN dan ESDM  pada Selasa (14/8).

Ibu dua anak ini mengaku sebelum ada listrik, ia hanya bisa menyelesaikan satu lembar kain tenun ukuran besar dalam satu bulan, namun sekarang ia bisa menghasilkan 3-4 lembar kain dalam satu bulan. Pendapatan pun meningkat dua kali lipat. Hasil jual tenun ia gunakan untuk membiayai dua anaknya, Raimond Aldino Runesi dan Elizabeth Runesi yang saat ini duduk di bangku sekolah dasar.

Satu lembar kain tenun biasa dijual Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta.

“Dulu satu bulan keluarga kami harus mengeluarkan uang sebesar 75.000 rupiah untuk membeli minyak sebagai bahan bakar pelita. Sekarang dengan adanya listrik, kami hanya perlu menyisihkan Rp 20.000-30.000 untuk 2 bulan,” ungkap Dominica.

Foto: dok. PLN UIW NTT
Foto: dok. PLN UIW NTT

Tak hanya bisa lebih banyak waktu untuk menenun termasuk di malam hari, Dominica mengaku anak-anak juga lebih nyaman untuk belajar dengan listrik yang ada sehingga prestasi di sekolah pun bisa meningkat.

“Anak kami bisa belajar di malam hari adalah hal yang sangat kami syukuri. Sebelumnya ketika pakai pelita, anak-anak mengeluh sakit mata karena terkena asap pelita,” kisahnya.

Tak hanya ikut, dengan listrik yang ada secara tidak langsung Dominica dan keluarganya bisa mendapatkan informasi terbaru tentang wilayah maupun tentang NTT secara umum meski tinggal jauh dari kota.

Kisah Dominica mendapatkan tanggapan positif dari Lurah Sonraen, Is Ataupah.

Foto: Dok. PLN UIW NTT
Foto: Dok. PLN UIW NTT

Ataupah mengatakan sejak listrik masuk ke wilayahnya, ekonomi masyarakat pelan tapi pasti mulai meningkat.

“Bantuan listrik gratis adalah hal yang ditunggu-tunggu warga, kami akan membantu untuk proses pelistrikan dan juga perawatannya,” tambah Ataupah.

Meski berada jauh dari Kota Kupang,  PLN Unit Induk Wilayah NTT sangat memperhatikan persoalan kelistrikan di Desa Sonraen. Untuk menjaga kedaulatan NKRI, PLN berupaya menciptakan keadilan energi bagi seluruh warga Indonesia melalui infrastruktur kelistrikan. Apalagi NTT menjadi salah satu wilayah yang sedang menggalakkan percepatan listrik desa demi mengejar target ratio elektrifikasi di daerah tersebut.

PLN UIW NTT tetap berupaya agar semakin banyak desa yang terlistriki dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. (beverly/pln)