Bisnis Erik Djo Meningkat 30% dengan budaya electrifying lifestyle

berbagi di:
img-20200113-wa0018

 

 

 

Erik (33), seorang pengusaha mebel yang membangun usahanya pada tanggal 12 Desember 2012 bertempat di Jalan Klaret , Matani Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT.

“Usaha ini dibangun dengan modalnya perorangan, namun kerjanya secara berkelompok,” jelas Erik, lulusan Teknik sipil Undana beberapa waktu lalu.

Usaha yang dibangun kurang lebih 7 tahun ini, sudah mempunyai cabang di BTN Kolhua.

Menurut Erik, bisnis mebel memanfaatkan listrik untuk mesin bor , mesin diesel, gergaji tangan , mesin amplas/sander, dan mesin profil.

“Dengan menggunakan mesin listrik kami bisa lebih banyak menerima pesanan berupa (kursi , meja , lemari dan pintu) dan mendapatkan keuntungan yang cukup baik sekitar 30% ,” kata Erik.

Ia mengatakan kalau pelanggan memesan empat buah pintu. Kalau menggunakan alat manual satu pintu bisa menghabiskan waktu tiga hari , tapi kalau menggunakan mesin listrik dalam sehari bisa mendapatkan 1-2 pintu.

Erik punya harapan yang sangat besar untuk membuat usahanya lebih berkembang.

“Sebulan yang lalu, kami baru saja melakukan tambah daya dari 2.200 va Ke daya 3.500 va , dan prosesnya cepat dan ini pastinya membantu jalannya pekerjaan, khususnya kami di mebel yang menggunakan alat-alat yang berhubungan dengan kelistrikan”, ungkap Erik. (bev/ol/humas)