BMKG Imbau Masyarakat Ikuti Informasi Resmi Soal Bencana

berbagi di:
img-20200115-wa0032

Situasi pemantauan gempa di BMKG Stasiun Geofisika Klas I Kupang. Foto: Putra/VN

 

Putra Bali Mula

Terkait gempa di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, BMKG Stasiun Geofisika Klas I Kupang meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi yang kompeten seperti dari aplikasi Info BMKG.

Sholakhudin Noor Falah, Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Geofisika Kupang pada Rabu (15/1) menyampaikan agar masyarakat tidak mempercayai berita atau isu tidak bertanggung jawab mengenai gempa yang bersumber dari Kabupaten Kupang.

“Jadi untuk gempa ini memang kami harapkan masyarakat tetap tenang tapi tetap waspada karena akan bisa terjadi banyak informasi yang beredar di luar itu yang kemudian menyesatkan,” kata dia.

Ia menegaskan masyarakat dapat mengikuti informasi dari sumber yang kompeten seperti mengakses media sosial Stasiun Geofisika Kupang untuk info lokal maupun dengan mengunduh aplikasi Info BMKG di Google Play Store untuk informasi secara nasional.

“Biar tetap tenang apabila ada yang mau ditanyakan bisa tanyakan langsung kepada instansi resmi seperti kami, ada info untuk publik dan bisa diakses di media sosial, kalau Instagram kami itu stageofkupang, Facebook Stasiun Geofisika Kupang atau melalui aplikasi Info BMKG dari playstore,” ungkapnya.

Ia menyebut gempa sebesar 5,7 tersebut terjadi di laut arah bagian tenggara sejauh 66 KM dari Kabupaten Kupang. Sementara gempa susulan pada terjadi pada lokasi yang tidak berbeda dari gempa 5,7 SR tersebut.

“Gempa 15 Januari pukul 15.55 Wita ini 10,54 lintang selatan 124,12 bujur timur atau lokasi 66 KM arah tenggara laut Kabupaten Kupang,” kata dia.

Dalam update terakhir dari BMKG adalah gempa yang terjadi di Kabupaten Kupang sebesar 5,7 magnitudo dan tidak berpotensi adanya tsunami di daerah tersebut.

“Gempa ini awalnya (data) dikeluarkan BMKG dengan 5,9 kemudian updatenya magnitude menjadi 5,7. Gempa ini terjadi karena tumbukan antara lempeng Australia dan Eurasia, mekanismenya sesar naik,” jelasnya.

Daerah yang merasakan gempa ini adalah wilayah Kabupaten Kupang dan sekitarnya termasuk Kota Kupang dengan intensitas yang tidak signifikan.

“Gempa tersebut terasa hingga ke Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Kabupaten Kupang, Kota Kupang dengan intensitas 2 sampai 3 mmi, dirasakan beberapa orang, getarannya seperti seperti kendaraan berat lewat” kata dia.

BMKG telah melakukan koordinasi mengenai informasi tersebut kepada sejumlah pihak dan sampai saat ini BMKG belum mendapatkan tanggapan balik mengenai kerusakan dan semacamnya.

“Informasi ini sudah dikoordinasikan, sudah disebarkan ke SAR, BPBD, TNI Polri, dan sampai saat ini memang belum ada laporan kerusakan dan hal lainnya,” ujarnya. (bev/ol)