Bocah 6 Tahun di Kupang, Belanja Mainan Online Hingga Rp 2 Juta

berbagi di:
e1c142e7-e9c1-435e-b013-bb36fa1f74f8

ilustrasi. detik.com

 
Tak hanya di Utah, Amerika Serikat dimana seorang gadis cilik berusia 6 tahun viral setelah ketahuan membeli mainan di akun Amazone milik orangtuanya hingga Rp 4,9 juta rupiah. Di Kupang, Nusa Tenggara Timur, seorang bocah berusia 6 tahun berinisial L berhasil memesan permainan lewat akun aplikasi belanja online Lazada milik orang tuanya hingga Rp 2 juta.

Sang Ibu V, kepada VN, Rabu (25/11) mengaku hal ini baru diketahui setelah suaminya yang sedang berkantor mendapatkan  notifikasi dari aplikasi belanja online Lazada di telpon genggam miliknya.

“Waktu lihat notifikasi, Ayahnya langsung telpon saya untuk memastikan. Saya pikir ada sesuatu yang buat dia pusing ternyata karena ada tagihan COD atau bayar di tempat sekian banyak permainan dan harganya Rp 1.890.000,” jelasnya.

Ia mengaku kaget dan langsung bertanya kepada sang anak. Meski mengaku hanya memesan tiga permainan dan telah menghapusnya, nyatanya sang anak sudah terlanjur menekan salah satu pilihan dalam aplikasi untuk COD.

“Sampai saat ini, dia masih kekeh hanya memesan tiga permainan tapi yang tampak di aplikasi ada sekian permainan. Rata-rata permainan dikirim dari luar negri sehingga biayanya mahal sekali. Padahal untuk saat ini saya tidak alokasikan uang untuk membeli permainan semahal itu,” ungkapnya.

Ia mengatakan, ia dan suami tidak bisa berbuat banyak karena permainan seharga Rp 890.000 ribu saat ini sudah dalam proses pengiriman.

“Kalau yang satu juta, kami lihat statusnya masih dikemas jadi kami coba kontak pihak pengirim dan sampaikan pembatalan. Ya meski mereka agak kecewa intinya dibatalkan. Sisa yang Rp 890 ribu ini,” ungkapnya.

Ia mengatakan agak lalai karena tidak memperhatikan kesibukan sang anak saat bermain handphone di rumah.

Saat kejadian, ia mengaku sedang sibuk mengurusi beberapa pekerjaan rumah. Sang anak meminjam handphone seperti biasa untuk main game.

“Saat itu, dia (sang anak) sempat bilang ada pesan mainan di Lazada jadi saya iya-iya saja karena pernah beberapa kali pesan tapi hanya masuk keranjang dan tidak sampai ada transaksi tapi kali ini dia klik tombol COD makanya jadi begini,” jelasnya.

Menurutnya, kejadian ini menjadi pelajaran agar bisa lebih mawas diri saat memberikan kepercayaan kepada anak untuk bermain handphone. Terlebih untuk tidak mendownload aplikasi belanja di handphone yang juga dipakai anak-anak.

“Selain mengunci handphone, ya aplikasinya didownload saat dibutuhkan saja biar tidak terjadi lagi hal serupa,” ungkapnya.

Ia berharap hal ini juga menjadi pembelajaran bagi para orangtua terutama di tengah pandemi agar tidak ada biaya tak terduga yang keluar akibat kelalaian orangtua atau ketidaktahuan sang anak saat bermain handphone. (bev/ol)