BOP Labuan Bajo Flores Diminta Tidak Berorientasi Kepentingan Investor

berbagi di:
img-20191212-wa0014

 

 

 

 

Gerasimos Satria

Pelaku pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) meminta Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo-Flores (BOP-LBF) untuk tidak berorientasi pada kepentingan investor atau pemodal besar dari luar daerah tanpa memperhatikan kepentingan masyarakat lokal yang ada di Mabar.

“Kita meminta BOP Labuan Bajo-Flores untuk tidak boleh menyerahkan pengelolahan lahan 400 Hektar Area (Ha) kepada seluruh investor luar daerah. Masyarakat lokal yang berada di lahan 400 Ha itu harus diberi ruang untuk mengelolah,” tegas pelaku pariwisata Rafael,

Kamis (12/12) di hadapan narasumber pada acara Konsultasi Publik Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) Pengelolahan dan Pembangunan Kawasan Pariwisata Labuan Bajo Flores pada Lahan 400 Ha di Desa Gorontalo, Golo Bilas, Wae Kelambu dan Desa Nggorang, Kecamatan Komodo.

Rafael mengatakan lahan 400 Ha yang akan dijadikan area pembangunan kawasan pariwisata oleh BOP Labuan Bajo-Flores tersebut sebagiannya sudah menjadi area pemukiman penduduk. Sehingga menjadi sangat penting agar kawasan 400 Ha itu juga diberi ruang untuk dikelola oleh masyarakat lokal di Kecamatan Komodo.

Dia meminta kepada BOP Labuan Bajo-Flores untuk tidak menyerahkan seluruh area 400 Ha kepada investor luar daerah Mabar dan investor asing. Sebagian 400 Ha tersebut harus dijadikan lahan pertanian bagi warga yang bermukiman di dalam kawasan pariwisata tersebut.

“BOP Labuan Bajo-Flores jangan undang kapitalis di Labuan Bajo. Master plan pembangunan kawasan pariwisata sepertinya orientasi untuk pemodal besar tidak membahas keterlibatan masyarakat lokal,”ungkap Rafael.

Ketua Pelaksana Harian Asita Cabang Mabar Donatur Matur mengaku binggung dengan peran Tiga direktur BOP Labuan Bajo-Flores.Pasalnya selama ini peran tiga direktur BOP Labuan Bajo-Flores seperti belum maksimal.

“Kami mempertanyakan peran tiga Direktur BOP Labuan Bajo-Flores. Kami melihat tidak jelas peran Tiga direktur itu. Kami pelaku pariwisata selama ini hendak berkoordinasi, tetapi tidak jelas mau koordinasi kemana,”ungkap Matur.

Dia juga meminta pembangunan sektor pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat harus menguntungkan masyarakat Hal tersebut bertujuan agar masyarakat sejahterah dari kemajuan sektor pariwisata di Mabar.

“Kehadiran sektor pariwisata ini harus menguntungkan bagi masyarakat lokal di Mabar. BOP Labuan Bajo-Flores tidak boleh saja berpihak pada investor dan pemodal besar,” tegas Matur.

Lurah Wae Kelambu, Markus Randu pada kesempatan itu meminta BOP Labuan Bajo Flores untuk memikirkan kembali terkait pemanfaatan area 400 Ha.Pasalnya didalam area 400 Ha itu memiliki sumber mata air. Dimana sumber mata air tersebut untuk mengairi ratusan hektar sawah di Kelurahan Wae Kelambu. Selain itu sumber mata air di wilayah itu untuk kepentingan konsumsi masyarakat.

Dia juga meminta BOP Labuan Bajo-Flores untuk turun langsung sosialisasi ke masarakat terkait pemanfaatan kawasan 400 Ha. Hal itu bertujuan agar tidak terjadi konflik di tengah masyarakat.

“Saya sarankan kepada BOP Labuan Bajo-Flores untuk tidak boleh lagi melakukan sosialisasi dalam gedung mewah. BOP Labuan Bajo Flores harus memperbanyak sosialisasi kepada masyarakat terkait pemanfaatan lahan 400 Ha,”ujar Markus.

Direktur Destinasi Pariwisata BOP Labuan Bajo-Flores,Heribertus Nabit mengaku tidak ada agenda tersembunyi yang dilakukan oleh BOP Labuan Bajo-Flores di Manggarai Barat. Seluruh tapahan pembangunan kawasan Pariwisata di Mabar dipastikan akan terlebih dahulu sosialisasi kepada masyarakat.

Dia mengatakan selama ini BOP Labuan Bajo-Flores fokus pada sosialisasi kepada stakeholder yang ada di Labuan Bajo.Pihaknya baru akan melakukan sosialisasi pembangunan kawasan pariwisata kepada masyarakat pada tahun 2020 mendatang.

“BOP Labuan Bajo-Flores tidak berniat untuk menjadi pesaing bagi dunia usaha atau pengusaha lokal di Manggarai Barat.Kami mengakui peran masyarakat dan swasta di Labuan Bajo selama ini sangat besar,sehingga sektor pariwisata semakin berkembang,”tutur Heri. (bev/ol)