BP Jamsostek Himpun 19.682 Pekerja Penerima Bantuan

berbagi di:
jamsostek

 

Armada Kaban

Kepala BP Jamsostek Provinsi NTT

 

 
Putra B Mula

 
BADAN Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BP Jamsostek) NTT telah menghimpun data pekerja di NTT sebanyak 19.682 orang yang upahnya di bawah Rp5 juta/bulan untuk mendapatkan subsidi atau bantuan dari pemerintah sebesar Rp600/bulan.

Data pekerja sebanyak itu dengan nomor rekening bank masing-masing segera dikirimkan ke Pemerintah Pusat. Data tersebut per tanggal 11 Agustus 2020.

Demikian dijelaskan Kepala BP Jamsostek Provinsi NTT Armada Kaban, Rabu (12/8) melalui keterangan tertulisnya. Ia mengatakan, data yang dikumpulkan tersebut nantinya akan diserahkan kepada Pemerintah Pusat.

BP Jamsostek, lanjut dia, mendukung penuh program subsidi dari Pemerintah Pusat untuk para pekerja yang bergaji di bawah Rp5 juta/bulan.

“Kami akan selalu terbuka dan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan rekanan untuk mensukseskan program ini,” ungkapnya.

Ia berharap pihak perusahaan dapat melaporkan upah peserta BP Jamsostek sesuai dengan data yang sebenarnya dan melengkapi segala ketentuan administrasi yang ada.

“Sehingga pemberian bantuan subsidi bisa cepat tersalurkan dan tepat sasaran,” ujarnya.

Terpisah Direktur Utama BP Jamsostek Agus Susanto menjelaskan, pemerintah saat ini sedang melakukan finalisasi skema, mekanisme dan kriteria pekerja yang akan menerima bantuan tersebut.

“Data yang disampaikan BP Jamsostek kepada pemerintah merupakan data peserta aktif kategori pekerja Penerima upah atau pekerja formal dengan upah di bawah Rp5 juta. Tidak termasuk di dalamnya peserta yang bekerja sebagai pegawai BUMN, Lembaga Negara dan instansi pemerintah, terkecuali Non-ASN,” tegasnya.

Agus menambahkan, BP Jamsostek sedang dalam proses mengumpulkan nomor rekening bank peserta yang memenuhi kriteria dimaksud melalui kantor cabang di seluruh Indonesia.

Data pekerja penerima bantuan itu, kata dia, akan divalidasi ulang guna memastikan bantuan tersebut benar-benar tepat sasaran.

“Penerima Program Subsidi Upah ini sedikitnya berjumlah 15,7 juta pekerja yang merupakan peserta aktif BP Jamsostek di seluruh Indonesia. Dalam dua hari ini kami telah berhasil mengumpulkan sekitar 3,5 juta rekening peserta dan akan terus meningkat,” terang Agus.

Ia berharap pemberi kerja atau perusahaan dapat ikut proaktif membantu menginformasikan nomor rekening peserta tersebut sesuai kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah guna mempercepat proses.

“Bantuan Subsidi Upah ini merupakan nilai tambah bagi pekerja yang terdaftar sebagai peserta aktif BPJAMSOSTEK, selain mendapatkan perlindungan dari risiko kerja dalam bentuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKm), dan Jaminan Pensiun (JP),” tandasnya.

Agus mengimbau perusahaan-perusahaan yang belum tertib membayar iuran akan segera aktif memenuhi kewajibannya.

“Kami mengimbau agar perusahaan melakukan validasi tenaga kerja dengan upah di bawah Rp5 juta dan memasukkan nomor rekening bank di aplikasi yang disiapkan BP Jamsostek supaya bantuan tersebut secepatnya disalurkan,” tegas Agus. (mg-06/C-1)