BP Jamsostek NTT kembali Berikan Pelatihan Vokasi

berbagi di:
Foto Istimewa

BP Jamsostek hadir kembali memberikan layanan dalam bentuk
pelatihan atau “vocational training” kepada para pekerja yang
mengalami PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).

Dampak dari virus Corona (Covid-19) tidak hanya merugikan sisi
kesehatan, bahkan turut mempengaruhi perekonomian, tidak sedikit
perusahaan yang merumahkan bahkan memberhentikan
karyawannya.

Melalui Vokasi ini, BP Jamsostek akan mendampingi pekerja yang
mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan putus kontrak.
Untuk mendapatkan pelatihan atau ketrampilan khusus dengan
melakukan reskilling, maupun upskilling, sebagai harapan mereka
mampu bekerja kembali atau menjadi pengusaha dan menciptakan
lapangan kerja baru.

Di era new normal yang sedang berlangsung dan masih dalam dalam
pandemic covid – 19 tidak menghalangi niat BPJamsostek untuk
membuka kelas vokasi yang merupakan pelatihan vokasi di tahun
2020, guna memberikan manfaat lebih kepada para pekerja yang di
PHK dengan tujuan agar para pekerja, bisa meningkatkan
kemampuan maupun kompetensinya untuk bekerja kembali.

Kepala Bidang Pelayanan BP Jamsostek NTT Syamsul Anas
menyampaikan jenis pelatihan yang sudah di mulai di UPTD Latihan
Kerja Provinsi NTT yaitu, pelatihan Kue dan Roti, pelatihan
pengolahan hasil pertanian dan pelatihan sayur hidroponik. vokasi
BP Jamsostek dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan
peserta, meningkatkan kualitas, keterampilan dan kompetensi
peserta. Serta yang paling penting adalah meningkatkan peluang
kerja dan peluang membuka usaha secara mandiri.

Dalam kesempatan itu Kepala Dinas Koperasi Tenaga Kerja dan
Transmigrasi Provinsi NTT yang diwakili oleh sekretaris dinas, Untung
Sudrajat menyampaikan Kegiatan seperti ini sangatlah membantu
kepada para pekerja yang mengalami PHK, khususnya Tenaga kerja
yang mengalami PHK akibat dari pandemic covid – 19

“Terima kasih kepada BP Jamsostek NTT yang telah membantu
Pemerintah dalam meningkatkan skill dan menjadi pekerja yang
mandiri selain itu pelatihan ini merupakan salah upaya mengatasi
pengangguran,” ungkapnya.

“Saya sangat mengapresiasi BP Jamsostek Kantor Cabang Nusa
Tenggara Timur sebagai pelopor program vokasi, dan membantu
pemerintah dalam menyejahterakan masyarakat, saya harap
program vokasi ini dapat menambah skill dari pekerja,” Untung
Sudrajat

Sementara itu, Armada Kaban Kepala BP Jamsostek NTT
menyampaikan mengikuti vokasi ini, pekerja yang mengalami PHK
bisa mendapat skill dan menjadi tenaga kerja terampil dan kompeten
yang siap bekerja lagi serta mampu meringankan beban para pekerja
ter-PHK untuk meningkatkan keahliannya”.

“harapan kami dalam program ini bisa berkelanjutan dalam
pelaksanaannya. Yang jelas, dengan program ini kami ingin
memberikan sumbangsih kepada pemerintah daerah dalam
menyejahterakan warganya. Jika mereka sudah bekerja, maka akan
ada penghasilannya,” katanya. (*/ol)