BP3TKI Kepri Pulangkan 27 PMI Ilegal Asal NTT

berbagi di:
20190829_094000-1

Sejumlah pekerja migran Indonesia (PMI) nonprosedural sementara diambil keterangan oleh petugas BP3TKI Kupang sebelum dipulangkan ke kediaman masing-masing, kemarin. Foto: Rafael L. Pura/VN

 
Rafael L. Pura
Sebanyak 27 pekerja migran Indonesia (PMI) asal NTT dipulangkan oleh Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kepulauan Riau (Kepri), karena hendak dikirim ke Malaysia secara ilegal. Puluhan PMI atau TKI ilegal itu diamankan saat hendak diseberangkan ke Malaysia.

Mereka diamankan personel Polda Kepri di Pelabuhan Tanjung Pinang. Ke-27 TKI ilegal itu sebagian besar dari Kabupaten Malaka (22 orang), dan sisanya dari Belu (2 orang), Lembata, Sumba dan Sabu masing-masing satu orang.

Mereka sudah dipulangkan ke NTT dan tiba di Bandara El Tari di Kupang, Rabu (28/8) malam mengunakan pesawat Lion air. Di Bandara, pihak BP3TKI Kupang menjemput dan menampung mereka selama satu malam, sebelum dipulangkan ke daerah asal masing-masing, Kamis (29/8).

Informasi yang dihimpum dari beberapa PMI ilegal di Kantor BP3TKI Kupang, kemarin, menyebutkan, mereka berangkat dari Kupang menggunakan KM Umsini pada 17 Agustus 2019, dan tiba di Pelabuhan Tanjung Pinang pada 24 Agustus.

Mereka kemudian diamankan oleh Polda Kepri selama tiga hari dan kemudian diserahkan ke BP3TKI setempat sebelum dipulangkan ke Kupang. Di kantor BP3TKI Kepri mereka menginap selama dua hari.

Mereka mengaku berangkat sendiri-sendiri dan tidak melalui perekrutan orang atau jaringan tertentu. Mereka baru berkenalan saat menumpang KM Umsini.

Salah satu PMI asal Malaka, Viktorius Arios Manu (21) mengatakan, ia keluar dari kampung halamannya pada 17 Agustus lalu. Seorang diri, ia tiba di Pelabuhan Tenau dan naik KM Umsini.
Pemuda yang hanya tamatan sekolah dasar (SD) itu mengaku ditelepon kakaknya dari Malaysia yang kebetulan sudah bekerja di sana. Ia berjanji akan memberinya pekerjaan begitu ia tiba di Malaysia.

“Tapi saat kami sampai di Tanjung Pinang kami ditangkap oleh polisi dan dipulangkan,” ujarnya.
Sementara seorang TKW usia 30 tahun dari Sabu Raijua, Lori Ratu mengatakan, dia hendak berangkat ke Batam dan bekerja di sana. Ia ditelepon oleh saudaranya dan menjanjikannya pekerjaan di sana.

“Kami ingin hidup lebih baik, makanya kami ingin merantau mencari uang. Kami tidak punya pekerjaan apa-apa, makanya kami ingin mencari uang,” ujarnya.

Krisantus Seran (26), PMI lainnya, mengatakan hal yang sama. Dia berangkat bersama istirnya untuk mencari kerja di Batam, dan bukan di Malaysia. Ia mengaku kesulitan ekonomi sehingga memutuskan harus keluar daerah. Apalagi dirinya hanya tamatan SMA.

Siska Berek (25), TKW asal Malaka, juga mengatakan yang sama. Dia mengaku punya kakak yang sudah lama bekerja di Malaysia. Kakaknya itu sudah menelponnya untuk datang bekerja ke Malaysia.

“Kami ingin cari uang. Kami tidak punya pekerjaan di kampung. Saya hanya tamatan SD saja,” ujarnya.
Unprosedural
Kepala BP3TKI, Siwa mengatakan, ke-27 PMI itu dipulangkan karena tidak memiliki surat-surat dan mereka berangkat tidak sesuai prosedur (unprosedur).

“Ada yang pake KTP scan HP. Tidak memiliki surat izin dan paspor, sehingga diamankan dan dipulangkan,” ujarnya.

Siwa mengatakan, mereka dicekal oleh Polda Kepri di Pelabuhan Tanjung Pinang. Mereka kemudian diserahkan ke BP3TKI Kepri dan selanjutnya dipulangkan ke Kupang.

“Menurut pengakuan mereka, mereka berangkat sendiri-sendiri, tidak ada yang merekrut mereka. Tapi betul atau tidak kita serahkan ke polisi untuk menyelidikinya,” ujarnya.

Setelah diberi pembinaan, mereka selanjutnya dipulangkan ke daerah asal masing-masing dengan didampingi tim dari BP3TKI dan Nakertrans Provinsi NTT.

Pihak Nekertrans Provinsi NTT, Darmanto Pa dalam pembinaannya mengatakan, para PMI harus mempunyai keterampilan sebelum berangkat bekerja di luar daerah atau luar negeri.
Pemerintah, kata dia, saat ini tengah menjalin kerja sama dengan Felda Global Ventures untuk melatih calon pekerja migran agar memiliki bekal keterampilan sebelum bekerjqa.

“Sehingga nantinya, disamping memiliki keterampilan, proses pemberangakatannya pun dilakukan sesuai prosedur. Dengan pelatihan dan persiapan ini, para TKI nantinya akan terlindungi hak-haknya saat sudah bekerja nanti. Ini juga sekaligus menghindari mereka dari perlakuan-perlakuan yang tidak menyenangkan,” ujarnya.

Darmanto mengimbau, agar para calon PMI jangan muda terpengaruh dengan bujuk dan rayuan dari orang-orang yang sudah bekerja di sana, ataupun dari orang-orang asing yang nenjanjikan kehidupan menyenangkan di luar negeri (Malaysia). (mg-03/R-4)

 

 

Para PMI Ilegal yang Dipulangkan:
=====================================================================
No. Nama Asal
——————————————————————–
01. Yuliana Hoar Nahak Desa Lakulo, Kecamatan Weliman, Kab Malaka
02. Krisantus Seran Desa Umanen Lamawu, Kecamatan Malaka Tengah
03. Vinsensius Nana Desa Lakulo, Kecamatan Weliman, Malaka.
04. Jefrianus T Seran Desa Wesey, Kecamatan Weliman
05. Nezron Kuba Manek Desa Alas Selatan, Kobalima Timur
06. Victorius A Manek Desa Manulea, Kecamatan Sasitamean
07. Marcelinus Nana Desa Denaek, Kecamatan Laen Manen
08. Massri Manias Desa Uimanen Lawalu, Malaka Tengah
09. Ferdinandus Man Desa Babotin Maemina, Kec Botin Leobeie
10. Agustinus Bria Desa Manulea Kecamatan Sasitamean
11. Andreas Seran Desa Angkaes, Kecamatan Weliman
12. Yohanes Fallo Desa Haitimuk, Kecamatan Weliman
13. Melkianus Nelson Desa Umakatahan, Malaka Tengah
14. Sifrianus Nana Desa Babotin Maemina, Kec Botin Leobele
15. Felix Manek Desa Babotin Maemina, Kec Botin Leobele
16. Henderina Rindo Desa Litamali, Kecamatan Koballima
17. Herminus Tahu Desa Angkaes, Kecamatan Weliman
18. Alfonsius Bere Desa Fafoe, Malaka Barat
19. Adriana Kesek Desa Lakekun Barat, Kecamatan Kobalima
20. Wilfrida Bete Desa Lakekun Barat, Kecamatan Kobalima
21. Julianus Nahak Desa Loratolus, Kecamatan Wewiku
22. Septemaus Lau Desa Umanen Lawalu, Malaka Tengah
23. Riki Mengga Desa Umanen Lawalu, Malaka Tengah
24. Korlina Bili Desa Walate, Wewewa Barat, SBD
25. Loriana Ratu Tenge Desa Bolua, Kecamatan Raijua, Kab Sarai
26. Fransiska Barek Desa Kolontobo, Kecamatan lle Ape, Lembata
27. Siprianus Nana Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk, Kab Belu
===============================================================
Sumber: BP3TKI Kupang, diolah VN.