BPBD NTT Buka Posko Siaga Hingga Juni

berbagi di:
img-20200109-wa0031

Thomas Bangke

 

 

Putra Bali Mula

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebut pihaknya membuka posko siaga bencana hingga bulan Juni mendatang.

Kepala BPBD NTT, Thomas Bangke, kepada VN di ruang kerjanya Rabu sore (8/1) menegaskan posko akan disiagakan selama 24 jam untuk merespon laporan masyarakat mengenai kondisi terkini akibat gangguan alam dan bencana.

“Kita siagakan personel kita selama 24 jam penuh dan tadi juga ada rapat dengan Pak Sekda mengenai hal ini dan kita laporkan adanya posko kita,” ungkapnya.

Ia menyebut Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat juga telah meninjau langsung posko BPBD NTT tersebut sehingga pihaknya akan melaksanakan tugas sebaik mungkin.

Terkait badai tropis atau Tropical Cyclone Blake sepekan terakhir di NTT, BPBD NTT menyebut pihaknya saat ini siaga darurat bencana. Status siaga darurat bencana ini sendiri terdapat dalam mekanisme pra bencana yang merupakan salah satu dari tiga mekanisme penanggulangan bencana.

“Dalam pra bencana ini ada namanya mitigasi dan siaga darurat. Kita masuk dalam fase siaga darurat bencana,” ungkapnya.

Ia menyebut terdapat rencana kontinjensi atau contingency planning yang dilakukan yaitu seperti peringatan dini kepada pemerintah kabupaten/kota, aktivasi posko 24 jam, penyiapan peralatan dan relawan di seluruh kabupaten/kota, serta koordinasi dengan stakeholder termasuk TNI – Polri dan tokoh masyarakat di seluruh NTT.

Ia juga menegaskan penyelesaian masalah akan dilakukan dengan pendekatan holistik, integratif, tematik dan spasial atau HITS. Penyelesaian ini diaplikasikan berbeda-beda disesuaikan dengan jenis bencana yang terjadi seperti longsor, banjir, gempa dan lain-lain.

“Jadi dari hulu ke hilir, tidak sepotong-sepotong. Mekanismenya tiga, pra bencana, saat bencana dan pasca bencana. Kita masih di pra bencana,” ungkapnya.

Thomas akan siaga hingga Juni mendatang.

Ia berharap ke depan tidak terjadi bencana yang krusial di wilayah NTT dan masyarakat dapat mengindahkan imbauan untuk tidak keluar rumah di saat hujan dan angin kencang terjadi.

Ia menambahkan dampak dari Cyclone Blake sendiri lebih berpengaruh ke wilayah Sumatera dan Jawa. Sementara untuk wilayah Bali, NTB dan NTT berpengaruh pada puncak musim hujan yang nantinya terjadi pada bulan Februari.

Perkiraan BMKG sendiri, kata dia, musim hujan akan berlangsung sampai pada bulan Juni. (bev/ol)