BPD GBI NTT Bagi Sembako Gratis Untuk Jemaat

berbagi di:
img-20200531-wa0004

 

 

 

 

Kekson Salukh

Badan Pekerja Daerah (BPD) Gereja Bethel Indonesia (GBI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membagikan ratusan paket sembako gratis untuk jemaat yang terdampak Covid-19 di wilayah NTT, Minggu, (31/5) siang.

Ketua BPD GBI provinsi NTT, Pendeta Kirenius Bole kepada VN di Kupang menjelaskan,  BPD GBI provinsi NTT membentuk satuan gugus tugas penanganan Covid-19 untuk menghimpun dana dari para pendeta GBI maupun masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap jemaat terdampak Covid-19.

Menurutnya, Ketua Gugus Tugas Covid-19 GBI NTT, Oder Max Sombu bersama tim berhasil menghimpun dana yang dipakai untuk membeli ratusan paket sembako, kemudian dibagikan kepada masyarakat maupun jemaat GBI yang mengalami kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

BPD GBI NTT, jelas Kirenius, membagikan 250 paket sembako untuk jemaat di wilayah Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Sedangkan, jemaat yang berada di pulau Flores, Alor, Sabu Raijua dan Rote Ndao diberikan dalam bentuk uang yang dikirim ke korwil. Korwil akan membeli sembako untuk dibagi kepada jemaat.

Wakil Ketua BPD GBI Provinsi NTT sekaligus ketua Gugus Tugas Covid-19 GBI NTT, Oder Max Sombu mengatakan, GBI provinsi NTT berinisiatif untuk mengumpulkan bantuan dari berbagai pihak agar membantu meringankan beban sesama jemaat Tuhan yang terdampak Covid-19.

Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam memberikan bantuan secara sukarela.

Selain itu,  GBI NTT telah menyalurkan bantuan alat pelindung diri (APD) berupa baju hazmat waterproof, masker, dan kacamata kepada RSUD W.Z Johannes Kupang, dan RS ST Carolus di Sikumana.

GBI NTT telah mengirimkan satu karung baju APD untuk rumah sakit umum di Kabupaten Rote Ndao. Satu karung APD yang sama akan dikirim lagi ke rumah sakit umum di Kabupaten Sabu Raijua.

Oder menambahkan, kegiatan itu merupakan bentuk kepedulian GBI NTT untuk meringankan beban jemaat yang mengalami kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19. (bev/ol)