BPJamsostek NTT Sosialisasikan Kenaikan Manfaat SIAPP 82 di TTU, Belu dan Malaka

berbagi di:
img-20200227-wa0049

 

 

 

Putra Bali Mula

BPJamsostek NTT melakukan sosialisasi kenaikan manfaat SIAPP 82 (Sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2019) kepada mitra kerja PLKK (Pusat Layanan Kecelakaan Kerja) yang ada di Kabupaten TTU, Belu dan Malaka.

Berdasarkan pers rilis yang diterima VN dari dari Public Information Service BP Jamsostek Cabang NTT pada Kamis ini (27/2), santunan BPJamsostek ini disebutkan mencapai 1.350 persen.

Khusus untuk beasiswa yang sebelumnya hanya Rp. 12 juta naik menjadi Rp. 174 juta. Untuk TK sampai SD atau sederajat Rp. 1,5 juta per tahun per anak. Untuk jenjang pendidikan SMP Rp. 2 juta, SMA Rp. 3 juta dan Perguruan Tinggi Rp. 12 juta.

Hal itu disampaikan Armada Kaban, Kepala Cabang BPJamsostek NTT di sela-sela kegiatan SIAPP 82 di Livero Hotel Kefamenanu kepada mitra kerja PLKK setempat.

“Bagaimana cara memperoleh Beasiswa BPJamsostek? Beasiswa BPJamsostek diberikan kepada 2 orang anak dari peserta BPJamsostek yang meninggal dunia karena kecelakaan kerja,” kata dia.

Beasiswa tersebut, jelasnya, akan diberikan sejak taman kanak-kanak (TK) hingga kuliah dengan besaran jumlah sesuai tingkat pendidikan.

Pertama, pendidikan TK sampai dengan SD atau sederajat sebesar Rp. 1,5 juta per tahun untuk setiap orang dengan menyelesaikan pendidikan maksimal 8 tahun. Kedua, pendidikan SLTP atau sederajat sebesar Rp. 2 juta per orang setiap tahun dengan menyelesaikan pendidikan maksimal 3 tahun.

Ketiga, pendidikan SLTA atau sederajat sebesar Rp. 3 juta per tahun, dengan menyelesaikan pendidikan maksimal 3 tahun. Keempat, pendidikan tinggi maksimal strata 1 atau pelatihan sebesar Rp. 12 juta per tahun dengan menyelesaikan pendidikan maksimal 5 tahun.

“Pengajuan klaim beasiswa dilakukan setiap tahun dan bagi anak dari peserta yang belum memasuki usia sekolah sampai dengan sekolah di tingkat dasar, saat peserta meninggal dunia atau cacat total, beasiswa diberikan pada saat anak memasuki usia sekolah,” jelasnya.

Armada Kaban juga menyampaikan bahwa beasiswa berakhir pada saat anak peserta mencapai usia 23 tahun, saat menikah atau bekerja.

Pemerintah berharap melalui BPJamsostek, skema manfaat beasiswa menjadi salah satu wujud hadirnya negara bagi pekerja dan keluarganya. Hal tersebut selaras dengan misi BPJamsostek yaitu melindungi dan menyejahterakan pekerja dan keluarganya.

Pada kesempatan yang sama Syamsul Anas selaku Kabid Pelayanan BP Jamsostek NTT, menyatakan pelayanan kasus kecelakaan kerja sangat sederhana.

“Apabila peserta BP Jamsostek mengalami kecelakaan kerja cukup dibawa ke jaringan PLKK, Pusat Layanan Kecelakaan Kerja,” kata dia.

PLKK adalah rumah sakit, klinik dan puskesmas yang sudah kerjasama. Adapun Jaringan PLKK BPJamsostek di wilayah Belu, TTU dan Malaka yaitu Puskesmas Alas, Puskesmas Alkani, Puskesmas Bani-bani, Puskesmas Besikama, Puskesmas Betun, Puskesmas Biudukfoho dan Puskesmas Fahiluka.

Selanjutnya Puskesmas Gabulu, Puskesmas Kaputu, Puskesmas Namfalus, Puskesmas Nurobo, Puskesmas Oekmurak, Puskesmas Sarina, Puskesmas Tunabesi, Puskesmas Uabau, Puskesmas Weliman, Puskesmas Weoe, RS. Penyangga Perbatasan Betun, RS. Katolik Marianum, RSU Leona Kefamenanu, RSUD Mgr Gabriel Manek.

“Kami pastikan semua peserta BPJamsostek mendapatkan pelayanan terbaik,” tambah dia. (mg06)