BPJS Bersama Pemkab SBD Kerja Sama Tingkatkan Pelayanan JKN-KIS

berbagi di:
img-20190525-wa0008

Bupati Sumba Barat Daya Markus Dairo Tallu mendampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Waingapu foto bersama usai penandatanganan naskah kerja sama pelayanan kesehatan pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Rumah Sakit Kelas D Pratama Reda Bolo, Rabu (22/5). Foto: Istimewa

 

Frangky Johannis

Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah berjalan sejak Januari 2014. Seiring dengan perjalanan waktu, BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara Program JKN telah banyak melakukan inovasi dan perbaikan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi peserta JKN-KIS. Salah satunya adalah terus berkomitmen membangun kerja sama dengan sejumlah fasilitas kesehatan hingga ke pedalaman agar dapat menjamin terselenggaranya pelayanan kesehatan yang  dibutuhkan dan mudah dijangkau masyarakat peserta JKN-KIS.

Sebagai implementasi komitmen peningkatan mutu pelayanan bagi peserta JKN-KIS tersebut, BPJS Kesehatan Cabang Waingapu dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Barat Daya (SBD) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk meningkatkan pelayanan kesehatan pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Rumah Sakit Kelas D Pratama Reda Bolo.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya dengan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Waingapu, disaksikan Bupati Sumba Barat Daya Markus Dairo Tallu, Rabu (22/5).

Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan perayaan HUT Kabupaten Sumba Barat Daya ke 12 Tahun 2019. Bupati Sumba Barat Daya Markus Dairo Tallu dalam sambutannya mengatakan, dari sisi kesehatan, Pemkab SBD terus berupaya meningkat pelayanan kesehatan masyarakat, di mana baru-baru ini kami meresmikan Rumah Sakit Kelas D Pratama Reda Bolo. Kabar baik selanjutnya adalah mulai bulan Juni 2019 ini, rumah sakit ini telah bisa melayani peserta JKN-KIS.

“Saya bersyukur dengan penandatangan perjanjian kerja sama dengan BPJS Kesehatan Cabang Waingapu ini, diharapkan dapat membantu masyarakat SBD untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, terlebih bagi masyarakat kurang mampu,” kata Markus.

Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, kata dia, berkomitmen mendukung penuh Program JKN-KIS ini. Hal ini dibuktikan dengan telah ditandatanganinya perjanjian kerja sama terkait Universal Health Coverage (UHC). Ini artinya seluruh penduduk Kabupaten Sumba Barat Daya telah terjamin dalam Program JKN-KIS.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Waingapu Tri Mayudin mengatakan, tujuan penandatanganan kerja sama antara Pemkab SBD dengan BPJS Kesehatan Cabang Waingapu ini merupakan salah satu inovasi yang dilakukan untuk memperluas jaringan pelayanan kesehatan dalam rangka memudahkan masyarakat untuk mengakses pelayanan JKN-KIS.

“Perjanjian kerja sama ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk upaya BPJS Kesehatan dalam memperluas jaringan pelayanan kesehatan. Sehingga, akses masyarakat ke fasilitas kesehatan menjadi lebih mudah,” katanya.
Menurut Mayudin, hingga saat ini di Kabupaten Sumba Barat Daya sudah terdapat sejumlah fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, di antaranya 13 Puskesmas, empat dokter keluarga, dua klinik, dan satu rumah sakit.

“Ini merupakan kerja nyata Pemkab SBD yang didukung oleh BPJS Kesehatan Cabang Waingapu dalam rangka memmudahkan pelayanan kesehatan menyentuh masyarakat hingga ke wilayah pelosok,” ujar Mayudin.

Untuk itu, kata dia, atas nama BPJS Kesehatan saya mengucapkan terima kasih kepada Pemkab SBD serta seluruh pemangku kepentingan, yang turut berperan aktif dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sumba Barat Daya, melalui Program JKN-KIS. (bev/ol)