BPOM Kupang Periksa Sample Takjil

berbagi di:
20190506_155139

Wakil gubernur NTT Josef Nae Soi memantau pemeriksaan makanan takjil yang dilakukan Balai POM kupang di wilayah Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Senin (6/5) petang. Foto: Kekson Salukh/VN

 
Kekson Salukh
Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kupang memeriksa sampel makanan berbuka puasa atau takjil yang dijual bebas di pinggir jalan di kawasan Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pemeriksaan sampel itu merupakan salah satu bentuk pengawasan BPOM Kupang terhadap takjil di Kota Kupang untuk mencegah penggunaan zat berbahaya dalam kandungan makanan tersebut.

“Kami akan terus melakukan pemantauan terhadap semua makanan takjil yang dijual para pedagang selama bulan puasa berlangsung, bukan hanya memantau tetapi kami langsung mengambil sample dari makanan berbuka puasa yang dijual agar benar-benar halal dan sehat,” jelas Kepala Balai POM Kupang Sem Lapik kepada VN seusai mendampingi Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi memantau kegiatan penjualan makanan takjil dan mengambil sample takjil di area depan kantor Bank Mandiri Kupang, Senin (6/5) petang.

Lanjut Lapik, BPOM Kupang bersama pemerintah Provinsi NTT komit terus mengawal kegiatan penjualan makanan takjil selama bulan puasa untuk menjamin makanan berbuka puasa yang dijual masyarakat bebas dari zat kimia.

Menurut Lapik, Balai POM di Kupang langsung melakukan pengujian sample di lokasi penjualan takjil untuk mendeteksi secara dini kandungan zat berbahaya dalam makanan yang dijual para pelaku usaha musiman di Kota Kupang itu. Jika BPOM menemukan produk makanan mengandung zat berbahaya, maka ditindak sesuai aturan yang berlaku dan makanan akan disita.

“Kami membawa mobil laboratorium dua unit sehingga langsung melakukan pemeriksaan di lapangan untuk menguji ada tidaknya zat berbahaya dalam makanan yang dijual di area depan Bank Mandiri dan Kantor lama Bupati Kupang. Jika kami menemukan ada yang mengandung zat berbahaya, kami akan tindak pelaku penjual dan sita makanannya,” tegasnya

foto-hal-09

Lapik menjelaskan, Balai POM di Kupang mengerahkan dua unit mobil laboratorium keliling untuk melakukan pengawasan kegiatan penjualan makanan jajanan takjil di kota Kupang selama bualan puasa berlangsung.

Hasil pemeriksaan sementara BPOM di Kupang di area depan Bank Mandiri Kupang dan depan kantor lama Bupati Kupang semua hasil negatif. Besok (hari ini) pihaknya akan melakukan pemeriksaan di kawasan Taman Nostalgia dan Pantai Warna Oesapa yang ramai penjual maupun pembeli takjil.

“Kami melakukan pengawasan dan pengambilan langsung sampel takjil dilapangan karena ingin makanan berbuka puasa yang dijual kepada para konsumen di Kota Kupang merupakan makanan yang sehat dan bebas dari kandungan zat berbahaya,” tandasnya.

Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi mengapresiasi BPOM Kupang yang melakukan pengambilan sampel dan pemeriksaan makanan takjil langsung di lokasi penjualan makanan takjil di kota Kupang.

“Saya meminta para pedagang makanan berbuka puasa di provinsi NTT untuk menghindari penggunaan zat berbahaya dalam makanan karena dapat membahayakan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Kepada Nae Soi, Hadijah salah satu penjual takjil mengaku menjual makanan layak konsumsi untuk kebaikan karena ia juga sedang berpuasa.

Ia mengapresiasi perhatian pemerintah dan BPOM di Kupang yang sudah melakukan pengawasan maupun pengambilan sample terhadap takjil yang dijual untuk mengantisipasi adanya takjil berbahan kimia. (mg-10/C-1)