BPPD NTT Serahkan Draft Protokol Terkait New Normal Pariwisata

berbagi di:
img-20200602-wa0062

Ketua Harian BPPD NTT Abed Frans saat memberikan rekomendasi draft new normal pariwisata kepada Kepala Dinas Pariwisata NTT Wayan Dharmawa, Selasa (2/6).

 

 

 

Sinta Tapobali

Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTT menyerahkan sejumlah rekomendasi protokol untuk menghadapi kondisi new normal atau normal baru di sektor pariwisata kepada Kepala Dinas Pariwisata NTT Wayan Dharmawa, Selasa (2/6).

Draft rekomendasi protokol ini fokus pada kesehatan, kebersihan dan pengurangan kontak fisik yang dibutuhkan wisatawan dan dapat memberikan pengalaman berwisata yang aman.

Hal ini di sampaikan Ketua Harian BPPD NTT Abed Frans kepada VN, Rabu (3/6).

Menurutnya, penyerahan draft tersebut berkaitan dengan rencana pembukaan kembali destinasi di NTT berkaitan dengan new normal.

“Kami Badan Promosi Pariwisata NTT memberikan beberapa masukan kepada Dinas Pariwisata dan Ekonomi kreatif NTT untuk diintegrasikan dengan rancangan SOP yang telah disiapkan oleh tim dinas,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, protokol yang disiapkan sejalan dengan standar operasional prosedur nasional serta disesuaikan dengan kesiapan usaha dan tenaga kerja, seperti pembukaan kantor yang mengikuti kebijakan pemerintah setempat agar sesuai dengan kondisi yang ada.

“Ada penerapan panduan pencegahan dan pengendalian Covid- 19 di tempat kerja dan perkantoran seperti mengecek suhu tubuh pekerja dan pengunjung diwajibkan menggunakan masker. Jika memungkinkan meniadakan shift kerja namun jika tidak memungkinkan maka shift dilaksanakan oleh pekerja dengan umur di bawah 40 tahun,” jelasnya.

Hal lainnya, kata Abed, yakni mengatur asupan makanan yang diberikan oleh tempat kerja dengan memberikan vitamin C, memfasilitasi dan memastikan seluruh area kerja bersih dan higienis. Pembersihan dilakukan maksimal 4 jam sekali, penyediaan sarana cuci tangan, pembentukan tim penanganan Covid-19 di kantor, menghindari penggunaan alat pribadi baik alat sholat maupun alat makan dan penerapan panduan protokol lainnya.

Terkait pelatihan untuk pekerja yang kerap dilakukan, pihaknya akan menerapkan standar prosedur baru dengan terus memberikan informasi yang diperlukan. Selain itu juga meminta mitra kerja seperti hotel, restoran, tempat wisata dan mitra transportasi untuk melatih staf mereka berdasarkan protokol yang serupa agar protokol yang berlaku menjadi konsisten di seluruh sektor.

Selain itu juga akan diterapkan prosedur keamanan bagi tamu dan pegawai salah satunya dengan memeriksa kesehatan tamu dengan mengukur suhu tubuh dan menyediakan masker.

Penyediaan informasi mengenai protokol kesehatan dan kebersihan secara jelas, konsisten dan terkini baik secara digital dan fisik untuk meningkatkan kepercayaan dan keyakinan wisatawan juga perlu diterapkan.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT Wayan Dharmawa mengatakan BPPD NTT memberi masukan untuk melengkapi rancangan Pergub yang sudah disiapkan tim dinas.

“Penyerahan input SOP protokol kesehatan ini dilakukan Ketua harian Badan Promosi Pariwisata NTT untuk dintegrasikan dengan rancangan SOP protokol kesehatan yang disiapkan tim terpadu Disparekraf NTT,” ujarnya. (bev/ol)