Brimob Polda Jatim Bantu Evakuasi Korban Banjir Bandang Lembata

berbagi di:
img-20210407-wa0040

 

Personel Brimob Polda Jatim saat tiba di Bandara Wunopito Lewoleba, Rabu (7/4). Foto:Hiero Bokilia/vn.

 

 

 

Hiero Bokilia

 

 

SEBANYAK 50 personel atau satuan setingkat kompi (SSK) Brimob dari Polda Jawa Timur diterjunkan untuk membantu proses evakuasi para korban banjir bandang di Ile Ape dan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Provinsi NTT.

Personel Brimob Polda Jatim tiba di Lembata pada Rabu (7/4) dan disambut Kapolres Lembata AKBP Yoce Marthen di Bandara Wunopito, Lewoleba.
AKBP Yoce Marten menjelaskan, Polres Lembata mendapat bantuan tenaga BKO Brimob Polda Jatim sebanyak 50 orang (1 SSK). Penugasan BKO ke Lembata dalam rangka operasi kemanusiaan membantu evakuasi korban bencana banjir dan longsor di wilayah Kabupaten Lembata, Provinsi NTT.

Dikatakannya, untuk sementara baru digeser 50 orang dan ke depan masih bisa bertambah karena yang lain masih ada yang stand by di Kupang menunggu transportasi.

“Sekarang seluruh personel Polri menempati penginapan sementara di aula koperasi Ankara, Kota Lewoleba,” terangnya.

Sesuai rencana, Kamis (8/4) Brimob dari Polda Jatim sudah mulai bergabung dengan personel Polres yang selama ini sudah berada di lokasi membantu evakuasi para korban di Ile Ape.

 

 

Evakuasi 29 Jenazah

 
Sesuai data yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata, memasuki hari keempat pelaksanaan evakuasi, sudah 29 jenazah para korban yang telah berhasil dievakuasi.

Pada Rabu (7/4), tim berhasil mengevakuasi enam orang korban, masing-masing satu korban dari Desa Amakaka, tiga orang dari Desa Waimatan dan dua lainnya belum berhasil diidentifikasi. Satu orang korban juga ditemukan di Balauring, Kecamatan Omesuri berjenis kelamin perempuan dan usia diperkirakan 19 tahun. Satunya lagi ditemukan di Waiau.

 

 

1557 Warga Mengungsi

 
Sementara itu, BPBD Lembata juga merilis data pengungsi. Hingga hari ini, jumlah pengungsi yang terdata sebanyak 1.557 jiwa dan tersebar di sepuluh titik penampungan.

Para pengungsi kini berada di posko-posko pengungsian yang disiapkan pemerintah, yakni di kantor Lurah Lewoleba Timur sebanyak 91 jiwa, kantor Lurah Lewoleba Tengah sebanyak 83 jiwa, kantor Lurah Selandoro sebanyak 34 jiwa, kantor Camat Ile Ape sebanyak 148 jiwa, kantor BKD-PSDM sebanyak sembilan jiwa yang merupakan korban cedera.

Selain itu, terdapat 57 jiwa ditampung di kantor Camat Nubatukan, SMPN Ile Ape Timur sebanyak 550 jiwa, SMPN 1 Nubatukan sebanyak 300 jiwa, MIS Wangatoa sebanyak 78 jiwa dan SMP Santo Pius Lewoleba sebanyak 181 jiwa.

Selain ditampung di sejumlah tempat penampungan resmi pemerintah, masih terdapat sejumlah warga yang mengungsi dan ditampung di rumah-rumah keluarga di Kota Lewoleba yang sejauh ini belum semuanya terdata secara baik. (Yan/ol)