BTNK Lemah Pengawasan

berbagi di:
foto-hal-01-cover-130819-rusa-komodo-02

Foto; dok. MI

 

Gerasimos Satria

Tim gabungan dari Pos TNI AL Sape, Posramil Lambu dan Kompi 3 Batalyon C Satbrimob Polisi Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) Rabu 7 Agustus 2019 lalu berhasil menggagalkan penyelundupan rusa dari Pulau Komodo,Taman Nasional Komodo (TNK).

Pelaku Pariwisata di Labuan Bajo, Stanislaus Stan, Selasa (13/8) mengatakan perburuan rusa di kawasan TNK sudah dilakukan berulang-ulang. Ia menilai pihak Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) lemah dalam melakukan pengawasan kawasan TNK. Padahal

Dia mengatakan perstiwa perburuan rusa yang berhasil diungkapkan Polda NTB merupakan pukulan berat dan ancaman bagi keberadaan hewan di TNK. Maraknya perburuan rusa dan hewan lainnya di TNK, dipastikan BTNK tidak serius menjaga kawasan TNK.Serta BTNK lemah dalam melakukan pengawasan.

“Perburuan rusa menjadi ancaman keberlangsungan hidup komodo. BTNK harus serius melakukan pengawasan,jangan hanya serius mengurus retrebusi dan mengabaikan pengawasan,”tegas Stanis.

Stanis juga mengkritik lemahnya patroli keliling kawasan baik oleh polisi maupun petugas BTNK. Polda NTB berhasil mengungkap penyelundupan rusa yang berasal dari TNK. Sementara pegawai BTNK yang ada di pos-pos jaga lemah dan tidak berhasil menangkap pemburu rusa dalam kawasan TNK.

Pelaku pariwisata lainnya di Labuan Bajo, Mateus Siagian mengaku peristiwa perburuan rusa sudah dua kali diunkap Polda NTB, ini menunjukan pengawasan BTNK belum maksimal.

“Perlu ada pos penjagaan di perbatasan NTT dan NTB agar dapat pantau semua kapal yang masuk ke NTT dari NTB,”ujar Mateus.

Menurut Mateus, lemahnya pengawasan wilayah yang dilakukan BTNK dimanfaatkan oleh pemburu hewan liar untuk berburu rusa. Apalagi perlengkapan untuk patroli keliling yang dilakukan BTNK sangat minim membuat pemburu bebas masuk dalam kawasan TNK untuk berburu rusa.

Dia meminta agar BTNK dan polisi melakukan penembakan ditempat bagi pemburu liar yang masuk dalam kawasan TNK agar ada efek jera bagi pemburu liar yang masuk dalam kawasan TNK.

“Ini perstiwa perburuan hewan di TNK sudah berulang-ulang. Perburuan liar hewan dalam kawasan TNK dilakukan oleh warga NTB. Pertiwa perburuan rusa dikawasan TNK sepertinya BTNK tidak pernah berbuat apa-apa,”ujar Mateus.

Sementara Kepala BTNK, Lukita Awang mengaku masalah berburuan hingga penyelundupan rusa dalam kawasan TNK yang tertangkap di Sape masih didalami polisi.

Dia mengaku pihaknya selama ini tetap melakukan patroli keliling kawasan TNK secara rutin. Selama patroli belum menemukan pemburu rusa yang bebas masuk dalam kawasan TNK.

“Rusa itu tertangkap di Sape,NTB saat ini masih didalami Polisi. Kami tetap intens melakukan patroli keliling kawasan TNK. Setiap pos penjagaan dikawasan TNK selalu ada petugas,”kata Awang. (bev/ol)