BTNK Harus Bertanggung Jawab

berbagi di:
Satwa langka yang diamankan oleh polisi pada konferensi pers penangkapan sindikat penjualan satwa langka jaringan internasional. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan

Satwa langka yang diamankan oleh polisi pada konferensi pers penangkapan sindikat penjualan satwa langka jaringan internasional. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan

 
Gerasimosa Satria

Peristiwa penyelundupan anak komodo dan akhirnya dibongkar oleh Polda Jawa Timur menunjukkan bahwa Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) sangat lemah dalam menjalankan tugasnya.
Penyelundupan Komodo menunjukan bahwa BTNK, sebagai pemegang otoritas pengelolaan BTNK lemah dan lalai dalam menjalankan tugasnya mengurus Komodo. Karena itu, BTNK harus bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan kasus tersebut.

“Baru-baru polisi di Bima tangkap pemburu hewan di dalam kawasan TNK. Kali ini, Polda Jawa Timur tanggap dan ungkap penyelundupan Komodo di Surabaya. BTNK seperti lemah dalam menjalankan tugas mengurus Komodo,” kata Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula, Kamis (28/3).

Sementara itu, Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Labuan Bajo dan Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) mengaku selama ini sering melakukan patroli keliling kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) setiap hari. Selain itu sering melakukan pengecekan kapal-kapal yang melintas di perairan Labuan Bajo.

Kepala UPP Kelas II Labuan Bajo,Dwikora Simajuntak,Kamis (28/3) mengaku setiap hari pihaknya memeriksan seluruh barang bawaan penumpang maupun wisatawan dari kapal yang melewati jalur pelabuhan Labuan Bajo. Selama pemeriksaan tidak ditemukan hewan komodo atau benda lainnya yang dibawa oleh pengunjung dari dalam area kawasan TNK.

Dia mengatakan sedikirtnya hampir 400 kapal wisata yang berada di Pelabuhan Labuan Bajo selalu diperiksa oleh petugas syabandar.Hal yang juga kepada penumpang kapal Pelni,seluruh barang bawaan penumpang pasti diperiksa satu persatu.

Selain itu,syabandar kata Dwi telah menghimbau kepada pemilik kapal yang berada di pesisir Labuan Bajo agar menaati segala peraturan perjalanan wisata dalam kawasan TNK dengan tidak boleh membawa benda atau binatang apa saja.Pihaknya setiap hari selalu mengawasi di area Pelabuhan Labuan Bajo khusus kapal-kapalyang berada di pelabuhan.

“Kita selalu pantau dari pagi hingga sore.Jika ada yang membawa binatang atau benda dari dalam kawasan TNK tentu kami akan tahan.Kapal-kapal wisata dan kapal penumpang selalu diingatkan agar tidak boleh membawa binatang dari dalam kawasan TNK,’’ ujar Dwikora.
Bantah Terlibat
Dwikora juga membantah jika staf UPP Kelas II Labuan Bajo terlibat dalam penyelundupan komodo selama ini. Pihaknya tidak pernah terlibat dalam meloloskan penyelundupan komodo ke luar daerah. Selama ini,pihaknya selalu intens melakukan pengawasan kapal-kapal yang pergi dan kembali dari TNK.

“Tidak ada staf kami yang terlibat dalam penjualan komodo ke luar. Jika,staf UPP terbukti terlibat dalam penyendupan Komodo,pasti akan dipecat,’’ ujar Dwikora.

Kepala BTNK,Lukita Awang mengatakan pihaknya bersama Polres Manggarai Barat sedang melakukan penyelidikan terkait penyelundupan Komodo tersebut. Dirinya meminta media untuk bersabar karena masih dalam penyelidikan.
Anak Komodo yang berhasil diamankan oleh Polda Jawa Timur kata Awang belum tentu Komodo yang berada dari TNK. Sebagian wilayah Flores juga memiliki binatang Komodo. Seperti di bagian selatan Labuan Bajo, Desa Golo Mori,wilayah pesisir Bari,Kecamatan Macang Pacar,Pota Kabupaten Manggarai Timur. Sehingga biarkan pihaknya bersama Polres Manggarai Barat untuk melakukan penyelidikan.

“Saya minta teman-teman media biarkan kami bekejerja melakukan penyelidikan. Tidak usah digembar-gembor dulu,kami pasti akan sampaikan ke teman-teman media,jika sudah melakukan penyelidikan,’’ kata Awang.

Awang mengatakan selama ini pihaknya intens melakukan patroli keliling kawasan TNK. Sedikitnya ada 13 pos di dalam kawasan TNK selalu patroli memantau aktivitas kapal-kapal yang melewati jalur dalam kawasan TNK. Kapolres Manggarai Barat,AKBP Julisa Kusumowardono mengatakan polisi sedang melakukan penyelidikan perdagangan komodo antara daera tersebut. Pihaknya masih mendalami perdagangan komodo dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

“Kita masih dalami, khawatirnya kalau terkekspos nanti orang-orang yang terlibat pasti akan kabur,’’kata Julisa. (mg-17/R-2)