BTP Sebut Emilia Ketua DPRD NTT

berbagi di:
foto-hal-01-mantan-gubernur-dki-jakarta-basuki-tjahaja-purnama-menyampaikan-gagasan-saat-diskusi-di-kantor-dpd-pdi-perjuangan-piet-tallo-liliba-selasa-13-8-nahor-3

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyampaikan gagasan saat Diskusi di kantor DPD PDIP NTT, Jl Piet A Tallo, Liliba, Selasa (13/8). Foto; Nahor Fatbanu/VN

 

 

 

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok menyebut Emilia Nomleni sebagai Ketua DPRD NTT. Emilia merupakan kandidat Calon Ketua DPRD NTT periode 2019-2024. Ahok meminta agar pejabat harus menjadi teladan dan pelayan rakyat.

Hal tersebut terungkap dalam acara Baomong Deng Ahok yang diselenggarakan DPD PDIP NTT di Sekretariat DPD PDIP NTT, Selasa (13/8).
Sementara itu, Ketua DPD PDIP NTT Emilia Nomleni mengatakan, Ahok adalah kader PDIP yang diutus langsung Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputeri melihat permasalahan di NTT.

Lanjut dia, Ahok akan membangun pabrik pakan ternak di NTT menggunakan potensi komoditas yang ada, yang dapat membangun NTT dan PDIP NTT sangat mendukung.

Dia juga memberikan kesempatan kepada mantan kader Gerindra itu berbicara mengenai ekonomi dalam konteks pembangunan NTT.
Kader PDIP, Ahok dalam penjelasannya mengatakan sebagai kader PDIP dia tidak ingin masyarakat NTT larut dalam kemenangan PDIP pada pemilu April 2019 lalu, menurutnya PDIP harus berbuat sesuatu untuk rakyat NTT.

Kader PDIP yang duduk di pemerintahan hingga akar rumput harus bisa membantu masyarakat dengan adanya ekonomi kerakyatan berbasis masyarakat.

“Ini tugas pejabat dari PDIP mengadministrasikan kesejahteraan sosial masyarakat yang menjadi tugas Negara” tegasnya.

Dia juga memberikan tips menjadi pejabat yang diinginkan rakyat ada 4 yakni empati, baik hati, rendah hati dan sabar. Meskipun terkadang dirinya tidak sabaran.

Menurutnya, sebagai kader PDIP harus garang terhadap kelompok yang mau mengganti Pancasila dengan ideologi lain. Sedangkan bagi rakyat harus menjadi pelayan.

“Saya harapkan kader PDIP bisa mempelopori, murah hati. Warna merah dan hitam itu identik dengan galak dan seram itu ke orang yang mau rubah Pancasila, tetapi jangan galak ke masyarakat,” ujar dia.

Menanggapi pertanyaan aktivis perempuan An Kolin agar dia menjadi Gubernur NTT, Ahok tegas menolak karena dia tidak menguasai NTT serta berharap ada Ahok-ahok lain di NTT.

Dia juga mendoakan Ketua DPD PDIP NTT Emilia Nomleni menjadi Ketua DPRD NTT. Jika Emilia Nomleni kerja baik sedangkan Gubernur NTT kinerjanya tidak baik tentu rakyat akan memilih Emilia menjadi pemimpin di NTT.

“Ada juga ibu Emi, saya mendoakan menjadi ketua DPRD NTT tentu akan menjadi sesuatu yang baik.”

Menjadi pejabat menurutnya tidak susah karena akan dibantu para ASN yang cerdas misalnya sekretaris daerah dan para kepala dinas. Salah satu tips sukses menjadi pejabat, maka harus membuang kepentingan terselubung sebab reputasi lebih bernilai dari kekayaan.

Terkait dengan pembangunan pabrik pakan ternak dengan bahan dasar jagung dia mengatakan akan berkoordinasi dengan Gubernur dan Bupati.
Jagung yang menurutnya 4 bulan bisa dipanen memiliki peluang karena membutuhkan air yang sedikit. Dia mengaku belum mempunyai data sehingga langsung turun lapangan melihat kondisi, misalnya di Kabupaten Kupang dan TTS

Dia mengakui bergabung dengan PDIP karena merupakan partai nasionalis dengan mengedepankan Pancasila sebagai ideologi partai dan bangsa Indonesia. Selama ditahan di Mako Brimob dia membaca 58 buku termasuk catatan Soekarno yang berisi ideologi Pancasila.

Bergabung di PDIP dirinya tidak mengharapkan jabatan politik di partai ataupun di jajaran kementrian di Kabinet Presiden Joko Widodo yang ingin dilakukan adalah menjadi mentor politik, sehingga bisa mendongkrak suara PDIP diatas 30 persen pada 2024 mendatang.

“Saya masuk di PDIP bukan untuk jadi menteri, saya ingin menjadi mentor/guru sekolah politik, sehingga membagikan ilmu saya, saya ingin PDIP raup suara diatas 30 persen pada 2024,” ujar dia.

 

Temui Tokoh Agama
Sebelum acara Baomong Deng Ahok pada pukul 18.00 Wita, Ahok menyempatkan diri berdialog dengan tokoh agama dan tokoh pendidikan NTT di Hotel Naka.

Dialog itu menghadirkan Rektor Undana Prof Fred Benu, Ketua Sinode GMIT Pdt Merry Kolimon dan Rektor Unwira Kupang Pater Philipus Tule, SVD.

Sekretaris DPD PDIP NTT Yunus Takandewa mengatakan, ada lima hal yang disampaikan kepada Ahok untuk diperhatikan, yakni PDIP diharapkan sebagai partai nasionalis yang berpedoman pada Pancasila harus mampu menangkal radikalisme, hoaks dan ujaran kebencian.

Kedua, PDIP harus tetap menjaga empat pilar kebangsaan; Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI yang tak bisa ditawar tawar lagi ditengah-tengah gempuran politik identitas.

Ketiga, PDIP terus berjuang menegakkan demokrasi ekonomi atas terbatasnya akses pasar, minimnya sumberdaya transportasi, kesenjangan ekonomi dan masih tingginya angka kemiskinan. Keempat, menjadi model pembelajaran bangsa dari rekam jejak politik yakni aspek kepemimpinan dan penegakkan hukum di Indonesia

Terakhir PDIP diminta agar memperjuangkan berbagai aspek keterbelakangan, misalnya pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial politik dan budaya.
Anggota DPR RI asal PDIP terpilih Ansy Lema mengatakan dirinya ingin adanya spirit kepemimpinan yang muda serta berintegritas. Dirinya menceritakan saat berkampanye sempat ditantang dirinya bisa mengubah mindset berpikir orang NTT.

“Awal berkampanye banyak yang ragu Ansy Lema bisa membawa spirit pemimpin muda berintegritas dan saya membuktikan jika saat ini telah bersama Ahok, kader PDIP utusan Megawati Soekarnoputeri,” ujar dia. (mg-18/R-4)