Bulog Waingapu Terus Lakukan Operasi Pasar

berbagi di:
beras-gudang-bulog

 

 

 

Jumal Hauteas

Perum Bulog Cabang Waingapu sampai dengan saat ini terus melakukan operasi pasar dalam rangka memastikan Ketersediaan Pasokan dan Stabilitas Harga (KPSH) sebagaimana ditugaskan pemerintah untuk dilakukan sejak 2 Januari 2020 lalu. Sampai dengan Senin (24/2), Bulog Cabang Waingapu sudah berhasil menjual 468.500 kilogram (kg) beras kepada masyarakat Sumba Timur.

Kepala Perum Bulog Cabang Waingapu, David Doddy menyampaikan hal ini saat ditemui VN, di kantornya, Selasa (25/2).

Menurutnya, program KPSH ini merupakan program penugasan dari pemerintah kepada Bulog yang mulai dilakukan sejak awal tahun 2020, dan sampai dengan saat ini belum ada perintah untuk menghentikan kegiatan KPSH ini.

“Ini memang penugasan dari pemerintah untuk Bulog lakukan operasi pasar dengan nama program KPSH, sehingga kita terus lakukan baik di depan kantor kita maupun melalui supplier dan juga RPK (Rumah Pangan Kita) yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sumba Timur,” jelasnya.

Metode operasi pasar untuk program KPSH ini memang tidak dilakukan ke pasar-pasar seperti operasi pasar umum biasanya. Karena untuk melakukan hal tersebut perlu dilakukan koordinasi dengan Dinas Perdagangan Kabupaten Sumba Timur, dan juga memastikan tempat kegiatan operasi pasarnya.

“Kita tidak lakukan di pasar, tetapi melalui dua supplier kita dan juga 274 RPK kita yang ada di wilayah Sumba Timur ini. Jadi kita Distribusikan berasnya sesuai permintaan supplier dan RPK dengan harga yang murah untuk tetap menjaga stabilitas harga beras di pasar,” jelasnya.

Walau demikian, Doddy menegaskan beras yang digunakan dalam kegiatan operasi pasar KPSH ini adalah beras jenis medium yang kualitasnya juga masih sangat terjamin untuk dikonsumsi masyarakat. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya permintaan beras dari supplier dan juga RPK yang ada di Sumba Timur setiap harinya.

“Beras kita jenis medium dan kualitasnya bagus. Jadi berasnya dibeli oleh supplier dan juga RPK kemudian dijual kepada masyarakat dengan ketentuan tidak boleh melebihi HET (Harga Eceran Tertinggi) yakni Rp9.950/kg,” jelasnya.

Kepala seksi Komersial, Bulog Cabang Waingapu, Paul Dalla pada kesempatan tersebut menambahkan, untuk mendistribusikan beras medium dalam rangka melaksanakan program penugasan KPSH ini, pihak supplier maupun RPK akan menebus beras ke Bulog kemudian diambil untuk dijual lagi kepada masyarakat sesuai dengan HET atau dibawahnya.

“Supplier dan RPK men-DO beras dari Bulog itu Rp8.800/kg sehingga tidak boleh dijual ke masyarakat dengan harga yang lebih mahal dari HET yang sudah ditetapkan pemerintah,” jelasnya.(mg-02/E-1)