Bunuh Bayinya Sendiri, Yovita Terancam 15 Tahun Penjara

berbagi di:
Tersangka pembunuhan bayi saat melakukan reka adegan. Foto: Rafael L. Pura/VN

 
Tersangka pembunuhan bayi sendiri, Yovita Nitbani (25), mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Kupang
terancam hukuman penjara 15 tahun. Yovita membunuh bayinya sendiri di tempat kosnya, Jalan Hati Mulia, RT 16/RW 12, tepatnya di belakang Hotel Cendana, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Kanit Reskrim Polsek Oebobo Iptu Komang Sukamara, Minggu (6/1) mengatakan, terhadap perbuatan pelaku, penyidik menjeratnya dengan pasal 80 ayat 3, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014, perubahan undang-undang Nomor 23, Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto pasal 31 tentang Penganiayaan, yang mengakibatakan meninggal dunia dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.

Sebelumnya, Kepolisian Sektor (Polsek) Oebobo telah menggelar rekonstruksi pembunuhan bayi tersebut, Kamis (3/1), di Mapolsek Oebobo. Sebanyak 12 adegan diperagakan Yovita Nitbani dalam rekonstruksi tersebut.

Dalam adegan pertama, YN sedang duduk di depan kamar kostnya. Ia mengeluh sakit perut kepada saksi yang juga kakaknya sendiri, Wiliem Boy Nitbani (WBN). YN kemudian minum obat dan merasakan perutnya terus menerus sakit seperti mau buang air besar (BAB), sehingga kakaknya WBN membantu mengantarkan YN ke kamar mandi.

Kemudian YN masuk ke dalam kamar mandi lalu kakaknya WBN mengambil air dari sumur untuk YN. YN begitu lama di dalam kamar mandi dalam keadaan kesakitan. Ia dalam posisi duduk jongkok serasa mau buang air besar. Tak lama kemudian, bayinya keluar bersamaan dengan ari-ari.

Saat melahirkan itu, YN langsung mengambil handuk dan mengangkat bayinya dari lantai sambil mengelus-elusnya. YN kemudian mengambil handuk dan membungkus bayinya, dan ari-ari dimasukan ke dalam ember, sambil duduk di atas tubuh bayinya, sehingga bayinya tidak bergerak.

Selanjutnya, WBN menelpon Adi Nitbani (AN) supaya datang ke kost dan melihat korban, sedangkan YN duduk di atas ember di luar kamar mandi. YN kemudian dibantu kakaknya WBN dan dituntun ke dalam kamar kos sambil YN mengatakan kepada AN untuk mengubur ember tersebut yang berisi kotoran dan darah.

Saksi AN kemudian mengambil besi gali dan menggali tanah dan memasukan ember tersebut ke dalam lubang galian dan ditutup kembali dengan tanah. Saksi, pemilik kos YN, Daud Djara, melihat ada bekas galian dekat kamar mandi dan bertanya kepada penghuni kost. YN kemudian mengakui bahwa dalam ember tersebut adalah anaknya yang dibunuh.

Kanit Reskrim Polsek Oebobo Iptu Komang Sukamara usai rekonstruksi mengatakan, rekonstruksi tersebut untuk melengkapi berkas perkara, selanjutnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang untuk diteliti jaksa.

“Ini kan bagian dari proses penyidikan untuk melengkapi berkas perkara kita. pada prinsipnya, berkas perkaranya sudah siap untuk dilimpahkan ke kejaksaan,” ujarnya.

Dia mengatakan, alasan mengapa menggelar rekonstruksi di Polsek bukan dilakukan di tempat kejadian perkara karena demi menjaga keamanan dan kenyamanan tersangka. (mg-03/R-2)