Bupati Belu Lepas Rombongan Penari Likurai ke Istana Negara

berbagi di:
20190812_195226

Bupati dan Wakil Bupati Belu bersama para penari Likurai. Foto; Mutiara Malahere/VN

Mutiara Malahere

Bupati Belu Willybrodus Lay didampingi Wakil Bupati JT Ose Luan melepas 150 orang penari Likurai asal Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur yang akan tampil di Istana Negara Jakarta saat upacara penurunan bendera HUT ke-74 Kemerdekaan RI.

Acara pelepasan berlangsung di depan Kantor Plaza Perizinan Kabupaten Belu, Senin (12/8) malam.

Kepada para penari, Bupati Lay berpesan agar senantiasa tertib dan disiplin karena setelah semua peserta di Jakarta akan langsung diatur oleh protokoler istana dan dikawal ketat oleh Paspampers.

Pihaknya meminta agar semua peserta tetap menjaga kesehatannya agar dapat memberikan penampilan maksimal saat acara puncak Hari Kemerdekaan sehingga melalui penampilan tersebut, semua orang akan semakin mengenal tarian Likurai dan Kabupaten Belu.

Ia mengatakan tarian Likurai mulai dikenal secara luas ketika 2017 lalu melalui Festival Fulan Fehan yang melibatkan ribuan orang hingga menjadi viral. Bahkan semakin dikenal saat perwakilan 25 orang penari Likurai tampil dalam acara pembukaan Asian Games 2018 lalu.

“Saya minta semua penari yang akan tampil harus memberikan penampilan terbaiknya sehingga akan semakin mengharumkan nama Kabupaten Belu di tingkat nasional dan Internasional,” pinta Bupati Lay.

Koordinator pelatih Likurai, Hendrikus Andrada mengungkapkan dalam tarian Likurai dipadu dengan Antama yang mengambil nama Selaras Tihar Likurai Belu. Pihaknya mempercantik dan memadukan gerakan bekerjasama dengan tim ISI Solo, dalam hal koreografi.

Tarian ini, lanjut Andrada, juga menampilkan perwakilan empat etnik di Belu, yakni Tetun, Bunaq, Kemak dan Dawan serta formasi  lingkaran tebe dan formasi matahari.

Ia menambahkan, para peserta rencananya akan berangkat ke Kupang 12 Agustus dan lanjut ke Jakarta pada 13 Agustus mendatang. Para penari akan tampil pada 17 Agustus di Istana Negara. Lalu tanggal 18 Agustus dini hari rombongan kembali ke Kupang.

“Keberangkatan rombongan penari Likurai difasilitasi oleh Istana Negara dan Pemda Belu,”tambahnya. (bev/ol)