Bupati Kunjungi Dusun yang Terbelakang

berbagi di:
foto-hal-13-tatap-muka-bupati-sikka

 

 

 

Yunus Atabara

Setiap akhir pekan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo bersama seluruh OPD melaksanakanĀ  sebuah gerakan menyapa rakyat, jauh dari kepentingan politik namun semata untuk melihat kondisi masyarakat dari dekat. Terutama masyarakat yang terpinggirkan dan masih jauh dari sejahtera.

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, bersama ketua Tim Penggerak PKK, Ny. Cahyani Idong, kepala Dinas PUPR Tomy Lameng dan rombongan, Sabtu (30/11) mengunjungi Dusun Tana Hikong, Desa Runut, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur sebuah dusun yang masih terbelakang dari berbagai aspek.

Tokoh masyarakat adat Tanah Hikong, Johanis Jago Sangu (70), kepada Bupati Sikka dan rombongan mengaku terharu, dimana sejak Indonesia merdeka baru Bupati yang ke-10 yang baru menginjakkan kaki pertama mengunjungi masyarakat di Dusun Tanah Hikong yang merupakan sebuah dusun terpencil dan terbelakang di wilayah Kecamatan Waigete Kabupaten Sikka.

“Camat saja jarang mengunjungi kami, jadi tidak berlebihan kalau kami terharu dikunjungi oleh pak Bupati. Baru pak Roby Bupati ke-10 yang mengunjungi kami. Jadi kami bangga sekali atas kunjungan ini dan inilah keadaan kami pak Bupati,” kata Jhon yang mengaku bahwa Dusun Tanah Hikong selama ini luput dari perhatian pemerintah.

Jhon mengakui selama ini baik pejabat di tingkat kecamatan maupun tingkat Kabupaten hanya sebatas datang di kantor desa. Namun para pejabat lupa kalau di balik gunung masih ada sebuah dusun dengan warga yang mengharapkan perhatian dan campur tangan pemerintah dari berbagai aspek.

Dimana menurut Jhon sebagai sesepuh di dusun Tanah Hikong, mengakui sejak 74 tahun Indonesia merdeka, warga Dusun Tanah Hikong belum menikmati air bersih, akses jalan raya di mana masih jalan tanah dan berbatu, belum menikmati listrik, serta masih banyak kesulitan lainnya yang dihadapi masyarakat.

Menjawab keluhan warga masyarakat Dusun Tana Hikong, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, mengatakan bahwa dusun Tana Hikong baginya sudah kali kedua didatangi dan bertemu warga di wilayah itu. Kedatangan pertama saat kampanye dan yang ke dua setelah menjabat sebagai Bupati Sikka.

Kedatangannya yang kedua menurut Bupati Sikka yang akrab disapa Roby Idong, adalah untuk menepati janjinya saat kampanye, untuk bertemu warga Dusun Tanah Hikong, dan mendengar apa yang dibutuhkan masyarakat, melihat kondisi ril yang terjadi di tengah masyarakat, serta mendengar masukan dari masyarakat apa yang perlu dibenahi ke depannya.

“Saya ingin mendengar masalah sosial dalam keluarga seperti masalah kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Saya juga melihat langsung kalau akses jalan belum baik, listrik belum ada dan jaringan air bersih belum ada. Saya jani akan segera memperbaiki jalan dan akan memperjuangkan agar listrik masuk,” kata Bupati Roby.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sikka perintahkan Dinas PUPR untuk turunkan alat berat untuk segera menggusur jalan menuju Dusun Tanah Hikong dan tahap selanjutnya akan diusulkan dalam APBD 2020 agar ditingkatkan menjadi rabat beton.

Selain mengunjungi Desa Tanah Hikong Bupati Roby juga menyambangi para penjual ikan di Waipare. Dalam dialog dengan masyarakat Bupati berpesan agar para penjual ikan menjaga kebersihan. Warga diminta tidak membuang sampah di sembarang tempat apalagi di sepanjang pantai termasuk di lokasi penjualan ikan.

“Saya harap kita semua jaga kebersihan, jangan buang sampah di sembarang tempat. Lihat kalau hujan sampah berserakan di mana mana. Itu karena kita kurang memperhatikan kebersihan,” kata Bupati Sikka.(nus/S-1)