Bupati Lembata Bentuk Tim Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pendapatan

berbagi di:
foto-hal-13-headshot-kepala-bkd-lembata

Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Lembata Anthanasius Aur Amuntoda

 

 

Hiero Bokilia

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata, Nusa Tenggara Timur terus berupaya mengejar target pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp76 miliar, sebagaimana yang telah ditetapkan bersama lembaga DPRD. Untuk itu, Bupati Lembata Eliyaser Yentji Sunur telah membentuk Tim Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pendapatan Daerah. Tim ini meliputi seluruh pimpinan OPD, para camat, dan kepala desa serta lurah di wilayah Kabupaten Lembata.

Demikian dikatakan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Lembata Anthanasius Aur Amuntoda saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10/9).

Dia menjelaskan, Tim Intensifikasi dan Ekstensiflkasi Pendapatan Daerah di Kabupaten Lembata Tahun Anggaran 2019 yang telah dibentuk dimaksud memiliki tugas di antaranya, merumuskan kebijakan yang mendukung kegiatan intensitikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah, melakukan koordinasi penerimaan dana perimbangan dan lain lain pendapatan daerah yang sah dengan pemerintah tingkat atas.

“Tim ini juga bertugas mengkoordinasikan pelaksanaan pendataan, pemungutan dan penatausahaan pajak daerah, retribusi daerah, basil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain lain pendapatan daerah yang sah yang ada di wilayah Kabupaten Lembata,” kata Amuntoda.

Selanjutnya, kelompok kerja Tim Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pendapatan Daerah juga bertugas merumuskan kebijakan yang mendukung pelaksanaan kegiatan intensitikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah, melakukan koordinasi penerimaan dana perimbangan dan lain lain pendapatan daerah yang sah dengan pemerintah tingkat atas. Juga mengkoordinasikan pelaksanaan pendataan, pemungutan dan penatausahaan pajak daerah, retribusi daerah, basil pengclolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain lain pcndapatan daerah yang sah yang ada di wilayah Kabupaten Lembata.

Kelompok kerja Tim Intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan aldaerah juga bertugas Melakukan pembinaan tugas aparatur pengelola pendapatan untuk lebih intens dalam melakukan kegiatan pendataan dan pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah. Melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelakaanaan pemungutan pajak daerah dan retibusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain lam pendapatan asli daerah yang sah;

Tim juga menyelenggarakan rapat koordinasi secara berkala minimal setiap bulan, triwulan, semester maupun akhir tahun baik terhadap upaya peningkatan potensi pendapatan maupun evaluasi terhadap pencapaian target penerimaan daerah guna penyelesaiakan berbagai permasalahan yang terjadi serta merumuskan kebijakan dan strategi untuk pelaksanaan di tahun anggaran berikutnya.

“Tim ini juga harus menyampaikan laporan pelaksanaan tugas sccara berkala kcpada Bupati Lembata,” jelas Amuntoda.

Menurutnya, para camat juga ikut bertanggung jawab dalam mengkoordinir pelaksanaan kegiatan pemungutan pajak dan retribusi daerah, juga melakukan rapat koordinasi optimalisasi penerimaan daerah di masing-masing wilayah kecamatan. Para camat juga terlibat dalam pengawasan dan pengendalian pelakaanaan pemungutan pajak dan retribusi daerah di masing-masing wilayah kerja.

“Para camat dan tim intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan daerah wajib menghadiri rapat koordinasi optimalisasi penerimaan daerah di tingkat kabupaten dan melaporkan berbagai masalah yang ditclemui di wilayah kecamatan,” katanya.
Amuntoda menjelaskan, dengan adanya tim yang telah dibentuk itu, ia berkeyakinan optimalisasi pendapatan daerah terus dilakukan dan mampu mengejar target PAD yang telah ditetapkan.

Ia mengakui, sejauh ini capaian PAD per 30 Agustus sudah 42 persen dari target Rp76 miliar. Kontribusi PAD terbesar masih dari BKD yakni dari komponen pajak dan retribusi daerah yang sudah menyumbang 39 persen pendapatan.

“Dengan posisi ini pemerintah tetap berkomitmen untuk capai target dengan tetap konsolidasi semua sumber-sumber pendapatan dengan terus menggenjot di.lapangan baik PBB, pajak maupun retribusi daerah,” katanya.

Dia menjelaskan, ada sejumlah OPD yang tren peningkatannya terjadi di triwulan IV dan akan bergerak signifikan. Hal itu terjadi karena dipengaruhi oleh adanya OPD tertentu yang belanjanya dibarengi dengan sumber pendapatan.

Ia mengatakan, untuk optimalisasi penerimaan pendapatan daerah, selain telah dibentuk tim yang keanggotaannya sampai ke tingkat desa dan kelurahan, petugas lapangan juga akan digiatkan untuk melakukan penagihan.

“Pajak pajak negara yang harus dipungut oleh bendahara desa kita dorong untuk dipungut. Jadi mereka selain memungut pajak daerah dan retribusi juga memungut pajak negara yang menjadi hak negara dan nanti dikembalikan dalam bentuk bagi hasil pajak,” terangnya.
Bupati Lembata Eliyaser Yentji Sunur mengatakan, Tim Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pendapatan Daerah telah dibentuk dan semua unsur di dalamnya berperan aktif sesuai tugasnya masing-masing dalam mendukung pencapaian target PAD.

Ia mengatakan, terkait capaian PAD yang juga masih rendah dari target, tahun 2020 pemerintah menargetkan Rp100 miliar. Sehingga, target itu akan sangat bergantung pada capaian target tahun ini.
Karena itu, pemerintah akan terus memacu semua OPD untuk menggenjot pendapatan dengan memaksimalkan semua potensi yang ada.

“Kita terus pacu. Kita sudah tidak main-main dengan OPD. Kalau tidak.capai (target pendapatan) ngapain kita pakai lagi,” tegas Sunur. (lia/S-1)