Bupati Mabar Belum Ditahan

berbagi di:
img-20210114-wa0018

Para tersangka saat berada di Bandara Udara Komodo. Foto: Gerasimos/VN

 

 

Gerasimos Satria

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) menetapkan 17 tersangka dalam kasus dugaan korupsi jual beli aset milik negara di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Kamis (14/1) siang.

Salah satu tersangka dalam kasus itu adalah Bupati Mabar Agustinus Ch Dula.

Selain Agustinus Ch Dula, sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar yakni Bagian Tata Pemerintahan  Ambrosius Syukur dan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekertariat Daerah Abdullah Nur juga ditetapkan sebagai tersangka.

Salah Satu Calon Wakil Bupati Manggarai Barat Andi Riski Nur Cahya dan pengusaha Hotel Veronica Syukur juga ditetapkan tersangka dan langsung diterbangkan ke Kupang.

Koordinator Tim penyidikan Tipidsus Kejati NTT Roy Riady mengatakan selain Bupati Mabar Agustinus Ch Dula, seluruh tersangka dalam kasus dugaan korupsi Jual Beli Aset Negara langsung di Tahan di Kupang, ibu kota Provinsi NTT.

Tersangka Gusti Dula belum ditahan karena masih terus diperiksa oleh penyidik Kejati NTT.

“Kami belum menahan Bupat Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula karena masih diminta keterangan,”kata Roy Riyadi.

Sementara Aspidsus Kejari NTT Muhamad Ilham Samudra mengatakan Kejati NTT menetapkan 16 tersangka dalam kasus dugaan korupsi Jual Beli aset milik negara di Kabupaten Manggarai Barat. Salah satunya Bupati Agustinus Ch Dula. Seluruh tersangka langsung diantar dan akan ditahan di Kupang.

Terkait peran Bupati Mabar Agustinus Ch Dula dan 16 tersangka lainnya akan dijelaskan oleh Kepala Kejati NTT di Kupang.

“Untuk peran para tersangka akan dijelaskan oleh Kepala Kejati NTT di Kupang. Seluruh tersangka langsung kita hantar ke Kupang hari ini,” kata Ilham Samudra. (bev/ol)