Bupati Pantau Persiapan Peresmian Cottage Mulut Seribu

berbagi di:
Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu (tengah), Wakil Bupati Stefanus M Saek (kanan), dan Kadis PU Dominggus Modok, memantau bangunan resto di lokasi wisata Mulut Seribu, Jumat (29/5). Foto: Frangky/VN

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu memantau salah satu kamar cottage yang sudah lengkap. Foto: Frangky/VN

 

 

 

Frangky Johannis

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu dan Wakil Bupati Stefanus M Saek, Jumat (29/5), memantau persiapan pengresmian fasilitas objek wisata Mulut Seribu, di Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao, yang dibangun Pemerintah Provinsi NTT sebagai salah satu dari tujuh Destinasi Wisata Unggulan NTT.

Dalam kunjungan tersebut Bupati dan Wakil Bupati didampingi Kadis PU Dominggus Modok, Kadis Perkim LH Leksi Foeh, Plt Kadis Pariwisata Yermi Haning, Kabag Umum, Humas, dan Protokol Handryans Bessie, meninjau empat unit penginapan (cottage) dan satu unit resto yang telah dibangun Pemprov NTT tahun 2019 lalu.

Bupati Paulina kepada VN, di lokasi wisata Mulut Seribu mengatakan, sesuai informasi yang diterima pihaknya, peresmian fasilitas cottage dan resto tersebut akan dilaksanakan oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat pada 15 Juni mendatang. Sehingga, ia mengajak pimpinan OPD terkait untuk memantau kesiapan pelaksanaan peresmian.

Menurutnya, memang pembangunannya dilaksanakan oleh Pemprov, tetapi tidak terlepas juga dari tanggung jawab Pemkab Rote Ndao karena pembangunan cottage dan resto ini dalam rangka menunjang pariwisata Rote Ndao.

Untuk itu, kata Paulina, pihaknya melakukan pengecekan untuk berpartisipasi mendukung pelaksanaan peresmian. Setelah melakukan pemantauan, masih ada beberapa pekerjaan yang belum selesai dan juga perlu ada pembenahan-pembenahan yang Pemkab Rote Ndao juga harus turun tangan.

“Saya instruksikan kepada seluruh OPD terkait, Pemerintah Kecamatan Landu Leko, dan Desa Daiama untuk bergotong-royong melakukan pembersihan dan pembenahan lokasi agar pada saat tanggal peresmian sudah kelar,” katanya.

Ia meminta Dinas Pariwisata Kabupaten Rote Ndao untuk berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif NTT untuk menghubungi kontraktor pelaksana mengerjakan pekerjaan finishing yang belum selesai.

“Kita perlu duduk bersama antara Dinas Pariwisata Provinsi dan kontraktor pelaksana untuk membicarakan apa yang masih perlu kita bantu sebagai bentuk partisipasi Pemkab Rote Ndao,” katanya.

 

Instalasi Air dan Plafon
Kepala Desa Daiama Selvester Mesah ketika ditanya terkait item pekerjaan yang belum rampung menjelaskan, pekerjaan empat unit cottage dan satu unit resto sudah selesai, namum yang masih kurang adalah pekerjaan instalasi air, plafon, dan kursi-meja resto.

Menurutnya, kontraktor pelaksana dari Kupang, yakni satu khusus membangun fisik cottage dan resto, sementara yang satunya khusus pekerjaan plafon, keramik kamar mandi, dan instalasi air.

Soal keterlambatan pekerjaan, kata Selvester, sudah dikomunikasikan dengan kontraktor pelaksana, dan mereka berjanji untuk datang menyelesaikan pekerjaan. Namun, karena tidak ada pelayaran dan penerbangan, sehingga sampai saat ini belum datang.

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu (tengah), Wakil Bupati Stefanus M Saek (kanan), dan Kadis PU Dominggus Modok, memantau bangunan resto di lokasi wisata Mulut Seribu, Jumat (29/5). Foto: Frangky/VN
Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu (tengah), Wakil Bupati Stefanus M Saek (kanan), dan Kadis PU Dominggus Modok, memantau bangunan resto di lokasi wisata Mulut Seribu, Jumat (29/5). Foto: Frangky/VN

 

Terpisah Camat Landu Leko Yostaf Faah menjelaskan, sesuai informasi yang diperolehnya dari kabupaten, acara peresmian dilaksanakan pada 15 Juni. Sehingga, pihaknya bersama pemerintah desa setempat saat ini sementara melakukan pembersihan dan pembenahan lokasi.

“Pemerintah kecamatan dan desa sementara bergotong-royong melakukan pembersihan lokasi, agar saat pengresmian Pak Gubernur datang lihat agak enak sedikit,” katanya. (bev/ol)