Bupati Paulina Lantik 12 Kades Terpilih Tiga Kecamatan

berbagi di:
img-20210305-wa0014

Wakil Bupati Stefanus M Saek, Sekda Jonas M Selly, pejabat TNI/Polri dan Sipil yang mewakili Forkopimda mengikuti jalannya acara pelantikan dan pengambilan sumpah 12 kades terpilih Kecamatan Rote Selatan, Rote Tengah, dan Rote Timur, di rumah jabatan bupati, Dusun Ne’e Mok, Desa Sanggaoen, Jumat (5/3). Foto: Frangky/VN

 

 

Frangky Johannis

Setelah melantik 10 kades terpilih Kecamatan Lobalain dan 7 kades terpilih Kecamatan Rote Barat Laut, Jumat (5/3), Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu kembali melakukan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan 12 kades terpilih dari tiga kecamatan, yakni Rote Selatan, Rote Tengah, dan RoteTimur.

Pelantikan 12 kades terpilih dari Kecamatan Rote Selatan,Rote Tengah, dan Rote Timur tersebut, berlangsung di rumah jabatan bupati, Dusun Ne’e Mok, Desa Sanggaoen, yang dihadiri Wakil Bupati Stefanus M Saek, Sekda Jonas M Selly, pejabat TNI/Polri dan Sipil yang mewakili Forkopimda, Camat Rote Selatan Joni Manafe, Camat Rote Tengah Merthen Muskanan, dan Camat Rote Timur Refly Therik, para kepala desa yang dilantik bersama istri, serta rohaniwan.

12 kepala desa terpilih yang dilantik dan diambil sumpah jabatanoleh Bupati Paulina tersebut masing-masing, Kecamatan Rote Selatan sebanyak 5 orang, yakni Maksi Supriadi Siokain (Daleholu), Urbasnus D Sinlae (Nggelodae), Yoliansi Y Ch Dethan (Pilasue), Joni Dethan (Lenguselu), dan Mesak J Ndun (Tebole). Kecamatan Rote Tengah 2 orang, yakni Welkis Ballo (Nggodimeda) dan Dominikus Manafe (Siomeda). Sementara Kecamatan Rote Timur 5 orang, yakni Sefnat Daniel Bolla (Lakamola), Desri Hengkimus Suki (Mukekuku), Gerson Dafa (Batefalu), Reskiel D Teluain (Matanae), dan Pildas B Oan (Tenalai).

Bupati Paulina dakam sambutannya mengatakan, dinamika yang terjadi selama proses pemilihan pasti menimbulkan sedikit gesekan di antara para pendukung. Namun, untuk kepentingan pembangunan di desa para kepala desa yang dilantik harus berjiwa besar memberikan maaf dan meminta maaf kepada calon lain yang belum berhasil.

“Walaupun memaafkan itu bisa dilakukan tetapi sulit untuk dilupakan, namun harus dilakukan sehingga suasana di desa bisa cair seperti semula, dan seluruh komponen bisa bergandengan tangan untuk membangun desa. Intinya kita harus mengedepankan kepentingan masyarakat, sehingga harus rela berkorban,” ujar Bupati Paulina.

Bupati Paulina juga mengingatkan para kades yang dilantik untuk segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawab, di mana harus serius menangani Covid-19, BLT Dana Desa, RLH, pengadaaan sarana air bersih, dan upaya penurunan prevelensi stunting.

 

 

Siap Bekerja Sama

Kades Daleholu Maksi Supriadi Siokain kepada VN usai pelantikan mengatakan, setelah pelantikan dirinya akan berkoordinasi dengan mantan penjabat kades, perangkat desa, BPD, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan stakeholders lainnya karena APBDes yang memuat program kerja TA 2021 sudah ditetapkan.

Menurut Maksi, amanah dan kepercayaan yang diberikan masyarakat kepada dirinya melalui pilkades lalu, tentunya harus dilaksanakan sebaik-baiknya. Untuk itu, sebagai langkah awal dirinya akan bekerja sama dengan seluruh stakeholders di desa, untuk bersama-sama menjalankan dan mengawal program dan kegiatan yang sudah ditetapkan di APBDes 2021.

Menurutnya, hajatan politik sudah selesai dan sekarang tidak ada lagi pendukung paket A, B, C, dan D lagi, yang ad akita semua sebagai masyarakat Desa Daleholu yang punya kewajiban untuk Bersama-sama membangun desa tercinta.

“Saya berharap semua pihak bisa melupakan semua yang terjadi selama proses pilkades, dan mari kita bergandengan tangan untuk membangun Desa Daleholu sesuai harapan kita bersama,” ujar Maksi. (bev/ol)