Bupati Paulina Pantau Penyerahan BLT di Kecamatan Landu Leko

berbagi di:
img_20200527_084245

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu memberikan arahan, saat penyaluran BLT Dana Desa Puku Afu, di Dusun Rote Dale, Selasa (26/5). Foto: Frangky/VN

 

 

 

Frangky Johannis

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Yames MK Therik, Kabag Umum, Humas, dan Protokol Handryans Bessie, serta Camat Landu Leko Yostaf Faah, Selasa (26/5), memantau penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Bolatena dan Puku Afu, Kecamatan Landu Leko.

Pantauan VN di Desa Puku Afu, penyerahan dilakukan secara simbolis kepada lima KPM oleh Bupati, Kadis PMD, Camat Landu Leko, Bhabinkamtib, serta salah seorang sesepuh orang Rote Ibrahim Agustinus Medah, yang kebetulan berada di desa tersebut.

Selanjutnya barulah aparat desa membagikan kepada 43 KPM lainnya disaksikan Babinsa, Bhabinkamtib, dan Pendamping Profesional Desa.
Bupati Paulina dalam arahanya saat penyerahan BLT mengharapkan
penerima BLT agar memanfaatkan bantuan tersebut sebaik-baiknya untuk kebutuhan pokok rumah tangga karena dampak Covid-19 ini belum dapat diprediksi kapan berakhir.

“Papa Mama pakai untuk beli beras, telur, dan kebutuhan pokok lainnya yang tidak ada di sini. Kalau ikan Papa Mama sudah punya banyak sekali di laut. Sayur-sayuran seperti kelor dan daun ubi juga pasti ada,” katanya.

Ia mengimbau warga untuk tetap melakukan aktivitas mencari ikan dan budidaya rumput laut seperti biasa, namun tetap memakai masker, cuci tangan, jaga jarak, jangan berkumpul dan dalam jumlah banyak, dan selalu melaksanakan pola hidup bersih dan sehat.

Camat Landu Leko Yostaf Faah di sela-sela penyaluran BLT Dana Desa Puku Afu kepada VN menjelaskan, dari tujuh desa di Kecamatan Landu Leko, lima desa, yakni Daiama, Tenalai, Daeurandale, Sotimori, dan Lifuleo sudah dilaksanakan penyerahan. Sementara Desa Bolatena dan Puku Afu baru dilaksanakan hari ini.

Jumlah penerima BLT Dana Desa Bolatena sebanyak 56 KK dan Desa Puku Afu 48 KK. Penyaluran yang dilakukan untuk bulan April dan Mei, sebesar Rp 1.200.000 untuk masing-masing KK.

Ketika ditanya terkait kemungkinan terjadi pendobelan penerima Bansos Kemensos dan BLT Dana Desa, Yostaf katakan, sebelum BLT dibagikan nama-nama penerima BST dan PKH Kemensos yang baru sudah keluar, sehingga pihak desa sudah melakukan verifikasi data untuk mengeluarkan nama yang dobel.

“Jadi setelah verifikasi ulang tersebut satu KK hanya berhak mendapat satu jenis bantuan saja. Kalau yang sudah mendapat PKH Sembako, tidak dapat lagi BST atau BLT, sudah tidak ada pendobelan lagi,” katanya.

Terpisah, Penjabat (Pj) Kepala Desa Puku Afu Lestari Kolifai menjelaskan, dari total 116 Kepala Keluarga (KK) di desanya, penerima Bansos dari Kementerian Sosial, yakni PKH dan Sembako sebanyak 40 KK dan Bantuan Sosial Tunai (BST) sebanyak 18 KK. Sementara penerima BLT Dana Desa sebanyak 48 KK.

Lestari merinci, sesuai pendataan yang dilakukan para relawan, pada bulan April penerima PKH dan Sembako berjumlah 39 KK, namun pada bulan Mei ada penambahan satu KK, sehingga menjadi 40 KK. Sebaliknya BST yang awalnya berjumlah 19 KK, tetapi karena ada satu yang masuk menjadi penerima PKH dan Sembako, sehingga dikeluarkan dari daftar BST.

Khusus untuk BLT Dana Desa, jelas Lestari, awalnya ditetapkan sebanyak 50 KK, namun setelah dilakukan verifikasi ulang, ternyata ada 2 KK yang masuk dalam BST Kemensos, sehingga dikeluarkan dan dananya akan disetor kembali ke kas desa sebagai Silpa.

Sementara terkait usulan Bansos Pemprov NTT, Lestari jelaskan bahwa sudah diuluskan 10 KK calon penerima, yakni terdiri dari perangkat desa dan BPD yang memang ada penghasilan, tetapi mereka juga terdampak Covid-19. (bev/ol)