Bupati Rote Ndao: Yang Tidak Ada Sengketa, Segera Diproses Kades Definitif

berbagi di:
1610440554374

 

Paulina Haning-Bullu
Bupati Rote Ndao

 

 

Frangky Johannis

 

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao akan melanjutkan tahapan proses pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak 19 Desember 2020 bagi desa-desa yang tidak bermasalah atau disengketakan. Sementara bagi yang masih bersengketa, akan dipelajari rekomendasi dinas teknis secara komprehensif untuk diambil keputusan.

Demikian disampaikan Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu yang dikonfirmasi VN di ruang kerjanya, Selasa (12/1).

Menurut Bupati Paulina, dari 69 desa yang telah melaksanakan Pilkades serentak 19 Desember 2020 lalu, hanya 27 desa saja yang menyampaikan keberatan terkait beberapa persoalan. Sehingga, pemerintah akan melanjutkan tahapan bagi 42 desa yang tidak ada masalah, dengan melanjutkan proses penetapan dan pengangkatan pejabat kades definitif.

“Bagi desa-desa yang tidak bermasalah, akan dilanjutkan dengan proses penetapan dan pengangkatan kepala desa definitifnya,” katanya.

Sedangkan untuk yang bermasalah, kata Bupati Paulina, sesuai hasil klarifikasi dan rekomendasi baru saja disampaikan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), sehingga tentunya akan dikaji terlebih dahulu sebelum diputuskan yang terbaik, guna menghindari konflik di tengah masyarakat.

Masih menurut Bupati Paulina, sesuai rekomendasi yang sisampaikan oleh Dinas PMD itu, ada yang dilakukan penghitungan ulang dan ada juga penundaan pemilihan ke tahun 2022.

“Jadi saya masih akan panggil Kadis PMD untuk mendapat penjelasan terkait rekomendasi pengitungan ulang dan penundaaan pelaksanaan ke 2022. Tepai initinya setelah mendapat penjelasan komprehenship dari Dinas PMD barulah akan diputuskan, dan tentu juga akan kita rapatkan dengan Forkopimda,” ujar Bupati Paulina.
Ndao Nuse Bersih
Untuk diketahui, dari sembilan wilayah kecamatan yang menggelar pilkades serentak, hanya Kecamatan Ndao Nuse yang tidak ada sengketa.

Camat Ndao Nuse Yusuf O Fiah mengatakan, dari lima desa di kecamatan tersebut, ada empat desa yang melaksanakan pilkades, yakni Anarae, Mbiu Lombo, Mbali Lendeiki, dan Nuse. Sementara satu desa yang tidak melaksanakan pilkades, yakni Desa Ndao-Nuse. Namun, dalam pelaksanaan pilkades di empat desa tersebut tidak ada sengketa yang diajukan para pihak.

“Sebelumnya para calon kades di empat desa telah bersepakat di atas surat bermaterai, untuk menerima seluruh hasil pilkades. Sehingga, dengan kondisi bersih tanpa ada sengketa ini, menunjukan konsistensi setiap calon terhadap pernyataan yang dibuat menjelang masa kampanye,” ujar Fiah. (yan/ol)