Bupati TTS Ditegur Gara-Gara Belum Bayar Tunggakan PLN Rp 709 Juta

berbagi di:

 

Megi Fobia

 

Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur sampai Mei 2017 masih menunggak pembayaran rekening listrik pada PLN Cabang Soe sebesar Rp 709 juta. Akibatnya, Bupati TTS Paul VR Mella sampai ditegur oleh pemerintah pusat. Bupati Mella juga pernah membuat surat pernyataan melunasi tunggakan tersebut pada 10 Mei 2017, setelah PLN memutuskan aliran listrik. Namun, sampai saat ini tunggakan belum dilunasi.

“Utang pemerintah itu sudah lima bulan dengan total Rp 709 juta lebih. Saya tidak tahu apa kendalanya sampai pemerintah terus menunggak,” kata Kepala PLN Cabang Soe Maksensius De di ruang kerjanya, akhir pekan kemarin.

Maksen mengisahkan, PLN pernah memutuskan listrik di kantor Bupati dan lainnya sehingga Bupati Paul Mella membuat surat pernyataan bahwa tunggakan rekening listrik akan segera dilunasi paling lambat 10 Mei. Surat pernyataan dibuat pada 10 April. Namun, hingga 12 Mei, tunggakan tersebut belum juga dilunasi.

Maksen menuturkan, pada Jumat (12/5), petugas PLN menghubungi Kabag Umum Setda TTS Wellem Toto melalui ponsel untuk menanyakan realisasi pelunasan tunggakan tersebut, namun ponsel milik Wellem tidak aktif. PLN kembali membangun komunikasi dengan Bagian Umum. Jika tidak direspons, maka akan dilakukan pemutusan listrik.

“Tunggakan yang belum dibayar oleh pemerintah adalah listrik di kantor Bupati TTS, lampu jalan, lapangan tenis dan lapangan basket yang selalu dibayarkan oleh pemerintah setiap bulan, namun sudah nunggak lima bulan,” jelas dia.

Sebelumnya, PLN sudah memutuskan aliran listrik saat posisi tunggakan sebesar Rp 442 juta lebih. Kini, listrik ke kantor Bupati TTS terancam diputuskan kembali jika tunggakan sebesar lrbih fsriRp 709 juta lebih itu belum juga dilunasi.

Maksen mengatakan, pihaknya juga melaporkan kondisi tersebut ke PLN Wilayah NTT di Kupang. Jika diperintahkan untuk diputuskan, maka pihaknya siap melakukan pemutusan jaringan listrik ke kantor Bupati TTS.

Sementara Bupati TTS Paul VR Mella menjelaskan bagian Umum Setda TTS sudah memproses dana untuk segera melunasi tunggakan sebesar Rp 709 juta lebih itu.

“Pemkab TTS juga ditegur dari Pempus jadi harus secepatnya dibayar tunggakan tersebut,” kata Mella.

Kabag Umum Setda TTS Wellem Toto kepada VN menjelaskan, sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), ia sudah memproses pencairan dana untuk membayar tunggakan rekening listrik tersebut. Persoalannya hingga saat ini belum direalisasikan anggaran untuk pembayaran tunggakan tersebut, karena laporan keuangan Tahun Anggaran 2016 belum tuntas.

“Prosedur pencairan keuangan harus pertanggungjawabkan anggaran tahun sebelumnya. Kemarin, setelah konsultasi dengan BPKP dan atas rekomendasi BPKP dan Kejari TTS, KPA ambil alih untuk proses pencairan anggaran sehingga sementara diproses. Jadi, paling lambat ini minggu sudah bisa kami bayar,” jelasnya.

Dia kembali menegaskan bahwa pihaknya akan berusaha semaksial mungkin agar secepatnya memproses pencairan dana untuk melunasi tunggakan listrik agar PLN tidak memutuskan jaringan listrik ke kantor Bupati.