Bupati TTS Serahkan santunan Jamsostek kepada ahli waris Alm. Fredik Isak

berbagi di:
BJAMSOSTEK

BUPATI TTS yang diwakili oleh asisten I Setda Drs. Samuel Fallo M.si Serahkan santunan sebanyak Rp.157.518.676 yang terdiri dari Jaminan kematian, Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun kepada ahli waris Almarhum Fredik Isak Tius Pegawai Jacs Mitra Pinasthika Mustika Finance secara simbolis di hotel Bahagia II dalam acara Rapat Koordinasi dengan Pemerintah Daerag Kab Timor Tengah Selatan terkait Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, pada hari Jumat
(24/7).

Santunan seniali Rp.157.518.676 terdiri dari Jaminan Kematian Rp.
42.000.000, Jaminan Hari Tua Rp 6.318.676 manfaat Beasiswa Rp.174.000.000 untuk 2 Orang anak (maksimal) dan Jaminan Pensiun Rp 350.700.

Pada kesempatan itu Samuel Fallo, menyampaikan pernyataan turut berduka Cita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan semoga yang ditinggalkan tetap tabah dan kuat dan semoga manfaar yang diberikan oleg BP Jamsostek dapat digunakan dengan baik.

Sri Muliyani Yudha, mengungkapkan terimakasih atas manfaat yang diberikan oleh BP Jamsostek. Sri Muliyani merupakan ahli waris Almarhum Fredik Isak.

“Kami sangat berterimakasih kepada BP Jamsostek, dan terutama kepada Pihak pemerintah yang memberikan perlindungan kepada rakyatnya dalam Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Manfaat Beasiswa dan Jaminan Pensiun yang kami terima dari BPJamsostek sangat meringankan beban kami dalam membiayai sekolah 2 orng anak, sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak” ujar Sri Muliyani.

Sementara itu Samuel Fallo juga menyampaikan terimakasih kepada BP Jamsostek NTT yang telah memberikan perlindungan dan manfaat Jaminan sosial Ketenagakerjaan kepada tenaga kerja yang berada di wilayah kabupaten Timor Tengah Selatan, semoga masyarakat yang bekerja di kabupaten bisa terlindungi oleh Program BPJamsostek.

Pada kesempatan yang sama, Armada Kaban, Kepala BP Jamsostek NTT,
menyatakan kesiapan jajaranya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada
masyarakat Nusa Tenggara Timur, khususnya peserta BP Jamsostek. Selain itu beliau juga menuturkan bahwa setiap pekerjaan memiliki potensi resiko dan harus dikelola untuk meminimalkan dampaknya.

Risiko hanyalah faktor waktu, kapan dan dimana, kita tidak tahu. Namun, kita harus mengantisipasinya. Disitulah pentingnya Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. (*/ol)