BWS NT II Hadirkan Delapan Sumur Bor di Sumba Timur

berbagi di:
Ketua Kelompok Pemakai Air Rindu Sejahtera Desa Kayuri Marthen Wadu menandatangani berita acara penyerahan aset sumur bor di aula pertemuan SMP Negeri 2 Rindi, Jumat (29/9) lalu.

Ketua Kelompok Pemakai Air Rindu Sejahtera Desa Kayuri Marthen Wadu menandatangani berita acara penyerahan aset sumur bor di aula pertemuan SMP Negeri 2 Rindi, Jumat (29/9) lalu. Foto: Frangky/VN

 

Frangky Johannis

Dalam Tahun Anggaran (TA) 2017, Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS-NT II), Satker NVT PATAB, PPK PAT-PAB III Wilayah Sumba, Nusa Tenggara Timur telah menyediakan delapan sumur bor bagi masyarakat di beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Sumba Timur yang selama mengalami kekurangan air bersih.

Demikian disampaikan staf Satker NVT PATAB, PPK PAT-PAB III Wilayah Sumba Wilhelmus Mir yang dikonformasi VN di Waingapu, Senin (2/10).

Menurutnya, melalui APBN TA 2017, Pemerintah Pusat telah mengalokasikan dana bagi pembangunan delapan unit sumur bor yang dilaksanakan oleh Satker NVT PATAB, PPK PAT-PAB III Wilayah Sumba.

Delapan sumur bor tersebut berlokasi di kantor PAT Waingapu, Translok Desa Laindeha dan SMK Makatimbi, Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, MTs Melolo, Desa Watu Hadang, Kecamatan Umalulu, SMPN 2 Rindi, Desa Kayuri, Kecamatan Rindi, SMPN 2 Palanggai dan Desa Kuruwaki, Kecamatan Pahunga Lodu, dan Desa Wula, Kecamatan Wula Waijelu.

Wilhelmus Mir menjelaskan untuk titik di kantor PAT Waingapu, debit airnya 2,5 liter/detik, Translok Desa Laindeha 0,7 liter/detik, SMK Makatimbi 1,5 liter/detik, MTs Melolo 2,5 liter/detik, SMPN 2 Rindi 2,5 liter/detik, SMPN 2 Palanggai 4,5 liter/detik, Desa Wula Waijelu 4,5 liter/detik.

“Keseluruhan sumur bor telah beroperasi memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat setempat. Kami berharap masyarakat tidak lagi mempersoalkan mengapa sumurnya tidak di sini atau bak penampungnya tidak di sana. Sebab, kami pada dasarnya hanya berupaya mendekatkan air bersih kepada masyarakat dan itu sudah dilakukan,” ujarnya.

Ia menambahkan, dari delapan titik sumur bor tersebut, lima sumur telah diserahkan kepada kelompok pemakai air, sedangkan untuk Translok Desa Laindeha, MTs Melolo, dan Desa Kuruwaki akan diserahkan dalam waktu dekat.
Apresisasi
Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora mengapresiasi keberhasilan BWS-NT II melalui PPK PAT-PAB III Wilayah Sumba membantu masyarakat di wilayah-wilayah yang selama ini kesulitan air bersih.

“Dalam kondisi kemarau panjang ini, kehadiran delapan sumur bor tersebut sangat membantu masyarakat. Untuk itu kami memberikan apresiasi kepada jajaran BWS-NT II yang telah membantu pemerintah dan masyarakat Sumba Timur,” katanya.

Gidion berharap, ke depan BWS-NT II bisa membantu masyarakat di wilayah yang kondisinya kering seperti Haharu, Kahunga Eti, Nggoa, Paberiwai, Wula Waijelu, dan wilayah lainnya bisa mendapat bantuan yang sama.

Ketua DPRD Sumba Timur Palulu Pabundu Ndima mengatakan, selama ini BWS-NT II yang dahulunya P2AT selalu akomodatif terhadap permintaan pemerintah untuk membantu pembangunan sumur bor berapapun yang dibutuhkan. Sehingga, kami
DPRD berharap tahun depan lebih banyak lagi BWS-NT II membantu masyarakat yang kesulitan air bersih.

“DPRD memang mendukung sejumlah program pengadaan sumur bor dengan alokasi APBD, namun banyak yang hanya keluar angin saja. Sebab, rekanan selalu mempertimbangkan besarnya anggaran dengan kedalaman bor sesuai kontrak. Kami sangat mengapresiasi P2AT dengan tenaga-tenaga profesional, tanpa memperhitungkan untung-rugi telah menghadirkan sumur bagi masyarakat di wilayah-wilayah itu,” katanya. (enq/R-4)