Cabor masih Fokus pada Latihan Fisik, Tunggu Anggaran untuk Pemondokan

berbagi di:
img-20210219-wa0038

 

BERLATIH: Atlet Wushu NTT yang lolos PON XX Papua di Nomor Tanding Sanda Kelas 52 Kilogram Putri Erna Tamu Ina (kiri) berlatih bersama pelatihnya Letnan Satu Marinir Agus Suprayitno (kanan) di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (19/2) petang. Foto: istimewa.

 

 

 
Paskal Seran

 

 
SELAIN Cabang Olahraga (Cabor) Taekwondo, sejumlah cabor saat ini masih fokus pada penguatan fisik para atlet. Cabor masih menunggu anggaran untuk persiapan pemondokan demi memfokuskan para atlet pada latihan Teknik dan pemantapan untuk tampil di arena tanding.

Pengakuan itu diungkapkan sejumlah pelatih cabor lolos PON XX Papua yang dihubungi terpisah, Jumat (19/2).

Pelatih Wushu PON Letnan Satu Marinir Agus Suprayitno dari Surabaya mengungkapkan, hingga saat ini anggaran penyertaan Tahun Anggaran 2021 untuk persiapan dua atlet yang lolos ke PON XX di Papua, belum diterima.

“Dana untuk tahun 2021 belum kami terima,” ujarnya.

Karena itu, kata dia, pihaknya masih melakukan persiapan umum. “Materi latihannya masih di persiapan umum, yaitu adaptasi anatomi. Mungkin sampai akhir Fabruari nanti,” tegasnya.

Karena itu, saat ini baru satu atlet yang bergabung bersamanya untuk melakukan latihan terpusat di Surabaya. Sedangkan atlet yang satunya masih latihan mandiri dengan materi yang dikirimnya.

Pelatih PON Muathai, Angga Silitonga mengungkapkan, sampai saat ini anak asuhnya masih focus pada latihan fisik dan sedikitstrategi tambahan.

“Atlet Muathai yang lolos PON, Susanti, selain kita berikan latihan fisik kita juga beri strategi tambahan karena kemungkinan ia akan mewakili NTT pada Kejurnas Muathai pada 22 hingga 27 Maret mendatang,” jelasnya.
Akan tetapi, ia masih akan mengkonfirmasikan ke KONI NTT untuk memastikan anggaran bagi Susanti. “Senin saya masih ke KONI untuk memastikan anggaran baik untuk persiapan maupun untuk keiukutsertaan Susanti pada Kejurnas itu. Selain itu, saya juga akan memastikan anggaran PON untuk pemusatan latihan bagi atlet kami,” ungkapnya lagi.

Terpisah, Pelatih CrickeT PON Deasy Pello mengungkapkan, pihaknya sudah memberikan materi latihan secara umum. “Kita akan menuju ke program latihan khusus. Semoga bulan depan sudah bias latihan gabungan sehingga materi latihan khusus bisa diberikan kepada para atlet,” ujarnya.
Pelatih Atletik PON Oliva Sadi juga mengungkapkan para atletnya juga saat ini masih focus pada pemantapan fisik. “Kita masih fokus pada fisik. Saat ini materi yang kita berikan masih di Aerobik,” ungkapnya.
Materi latihan itu, kata dia, diberikan pada setiap kali latihan.
“Saat ini mereka latihan pagi dan sore. Kita terus fokus pada fisik dan aerobic,” tegasnya lagi.

 
CdM Meeting

 
Sementara informasi yang dihimpun dari Humas PON XX Papua, jelang pelaksanaan Chef de Massion (CdM) Meeting II di bulan Maret 2021, Panitia Besar PON XX Papua menggelar rapat koordinasi bersama bidang-bidang PB PON dan KONI Pusat.
Pada CdM Meeting panitia bidang PB PON XX akan memaparkan kesiapan Papua sebagai tuan rumah kepada seluruh daerah di Indonesia.

“PON bukan saja dihadiri oleh atlet, tetapi masing-masing provinsi pasti gubernur hingga ketua DPRD-nya pasti akan datang ke Papua, sehingga CdM Meeting ini, KONI dari masing-masing provinsi akan mendengar kesiapan Papua sejauh mana, dan pelayanan yang didapat selama berada di Papua, sehingga jika ada yang kurang tentu akan disiapkan oleh KONI masing-masing provinsi,” kata Ketua Panwasrah PON XX Papua Mayjen TNI (Purn) Suwarno, Kamis (18/2).

Suwarno yang juga Wakil Ketua I KONI Pusat mengharapkan masing-masing bidang saling berkoordinasi agar pemaparan nanti dipastikan sudah final sebelum CdM Meeting.

“Kami mendorong 16 bidang yang ada pada PB PON untuk saling berkoordinasi, sehingga perwakilan kontingen PON yang akan datang mengikuti CdM meeting bisa mendapat penjelasan yang akurat untuk dibawa pulang ke daerahnya, dan mempersiapkan kontingennya untuk datang mengikuti PON di Papua,” tutupnya. (Yan/ol)