Cegah Covid-19, Lapas Kelas II Kupang Sediakan Besuk Virtual

berbagi di:
1613391565065

 

Badarudin
Kapala Lapas Kelas II Kupang

 

 

 
Yosi Kameo

 

 
SETELAH 1 warga binaan terpapar covid-19, Lapas Kelas (LK) II Kupang tidak hanya melakukan swab test untuk semua karyawan dan warga binaan, tetapi juga menyediakan besuk virtual untuk kerabat warga binaan.

Besuk virtual, sebagaimana diungkapkan Kalapas Kelas II Kupang Badarudin, merupakan sarana yang disediakan untuk mengurangi kontak fisik yang bisa mempercepat penyebaran Covid-19.

Agar warga binaan tetap bisa berinteraksi dengan kerabat, jelas Badarudin, Lapas Klas II Kupang menyediakan besuk virtual dengan memasang indihome 350 mbps.

Hal itu mempermudah interaksi warga binaan dengan kerabatnya saat LK II Kupang menghentikan kunjungan langsung secara fisik.

“Kami punya moto Mencegah lebih baik daripada mengobati. Makanya kami hentikan (kunjungan fisik kerabat) untuk mengurangi kontak fisik secara langsung. Kami hentikan besuk secara langsung. Sekarang besuk secara online atau virtual. Disediakan indihome 350 mbps. Agar mereka, kualitas gambar-jaringan segala macam bagus. Mereka pakai video call di ruangan dengan gratis.” Ungkapnya.

Meski begitu, Badarudin mengakui masih ada banyak kekurangan. Contohnya seperti warga binaan yang tidak memiliki hanphone. “Walaupun masih banyak hal yang kurang, yang kekurangan hp misalnya. Tapi kami coba atasi semampunya.” Ujarnya.

Adapun satu warga binaan yang diketahui terpapar Covid-19, jelas Badarudin, memiliki riwayat sakit jantung yang menyebabkan imun tubuhnya menurun.

Setelah dibawah ke RS Johannes Kupang, warga binaan tersebut reaktif terhadap covid-19. Namun, setelah 11 hari, dikeluarkan dan diisolasi di Klinik Pratama Undana.

“Kemaren, ada 1 orang. Kebetulan dia jantung. Karena sakit, kontrol ke RS Johanes Kupang. Di sana karena tubuhnya mulai lemah akhirnya diperiksa. Dan diketahui reaktif covid-19. Jadi diisolasi disana. Tapi sebelum jalan 10-15 hari, 11 hari sudah disuruh keluar untuk isolasi mandiri. Sekarang kami masih isolasi di Klinik Pratama Undana. Perkembangannya bagus, sehat.” Tandasnya. (Yan/ol)