Cegah Covid-19, UPBU Turelelo Soa Terapkan Protokol Kesehatan

berbagi di:
img-20201015-wa0023

Salah seorang penumpang sedang mencuci tangan saat memasuki Bandara Turelelo, Doa, Kabupaten Ngada, kemarin.

 

 

 
Bernard Sapu

 
KEPALA Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) Turelelo, Denny Ariyanto, menerapkan protokol kesehatan secara ketat di Bandara Turelelo Soa, Kamis (15/10). Ketatnya pengawasan terhadap protokol kesehatan ini untuk mendukung Pemerintah Kabupaten Ngada dalam mencegah penyebaran Covid-19 daerah tersebut.

“Kami dari pihak Bandara Turelelo Soa ini menerapkan ketika ada penumpang yang datang maupun berangkat, kami telah menyediakan tempat untuk cuci tangan, meskipun dengan keterbatasan yang ada kami tetap melakukan hal ini, karena ini guna mencegah penularan Covid-19 di wilayah Kabupaten Ngada,” ungkapnya.

Denny Ariyanto menjelaskan, penerapan protokol kesehatan di Bandara Turelelo Soa sudah sangat tepat dan ketat. Penumpang yang hendak terbang wajib memakai masker, mencuci tangan, menggunakan face shield (jika ada) dan pakai handsanitizer.

Sebelum masuk untuk cek-in, lanjut Denny Ariyanto, petugas mengecek suhu tubuh calon penumpang dan menyemprot handsanitizer pada tangan. Semua itu adalah protap yang harus diterapkan.

“Penerapan protokol kesehatan di Bandara Turelelo Soa sudah dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Melibatkan gugus tugas, tenaga kesehatan, pihak bandara,” paparnya.

Denny Ariyanto menyampaikan, penerapan protokol kesehatan di Bandara Turelelo Soa, juga melibatkan pihak kepolisian dan TNI ikut melaksanakan pengamanan di Bandara bersama gugus tugas.

“Tak hanya penumpang yang hendak berangkat, semua penumpang yang turun di Bandara Turelelo Soa juga dilaksanakan penerapan protokol kesehatan,” tandasnya.

Denny Ariyanto menyampaikan, sebelum diambil data, penumpang diarahkan untuk mencuci tangan, cek suhu tubuh dan menuju petugas untuk didata sebagai pelaku perjalanan.

“Sudah sangat dipastikan bahwa semua penumpang melalui penerapan protokol kesehatan yang ketat. Dua bandara di NTT menyuplai penumpang untuk bandara ini yaitu Bandara El Tari Kupang dan Bandara Komodo Labuan Bajo,” paparnya.

Sampai saat ini ada kendala terkait penerapan penggunaan Electornic Healt Alert Card (e-HAC)/Kartu Kewaspadaan Kesehatan Elektronik bagi penumpang. Karena sarana dan prasarananya belum ada. Sehingga Ia berharap pemerintah bisa memperhatikan hal ini.

Pada kesempatan yang sama salah seorang penumpang tujuan Bajawa-Kupang, Edy Bau (40) menyampaikan apresiasi atas penerapan protokol kesehatan di Bandara Turelelo Soa.

“Hal itu harus ditingkatkan sehingga bisa mencegah penyebaran Covid-19 di Bandara Turelelo Soa,” imbuhnya.

Edy Bau mengatakan, petugas harus terus menjamin bahwa protokol kesehatan harus diutamakan. Sehingga memberikan pesan kepada penumpang atau pengunjung untuk tidak boleh abaikan hal ini.

Penumpang lainnya, Merlina (25) mengaku hal ini sudah sangat tepat karena memang era ‘new normal’ harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid-19.

“Sudah sangat bagus. Penerapan protokol kesehatan sudah sangat tepat dan ketat. Harus ditingkatkan,” tuturnya. (Yan/ol)