Cek Kesehatan Pilot Sebelum Terbang

berbagi di:
foto-hal-01-cover-191119-polana-dirjen-perhubungan

Polana B Pramesti

 

 
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengingatkan kepada seluruh maskapai penerbangan untuk melakukan pengecekan kesehatan bagi pilot, kru kabin hingga teknisinya sebelum pesawat terbang.

Hal ini menyusul terjadinya pendaratan darurat atau emergency landing pada penerbangan pesawat Batik Air ID 6548 rute Bandar Udara Soekarno – Hatta – Bandar Udara El Tari Kupang pada Minggu (17/11).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti mengingatkan kembali kepada seluruh operator penerbangan untuk secara rutin melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap pilot, crew kabin dan engineer sesuai dengan CASR 121.535 agar keselamatan penerbangan tetap terjaga.

“Sebelum terbang, operator penerbangan wajib melakukan pemeriksaan kesehatan pilot,crew kabin dan engineer yang bertugas. Ini sangat
penting, agar keselamatan dan keamanan penumpang selama dalam penerbangan terjamin,” kata Polana.

Ia menyampaikan apresiasi kepada kru pesawat Batik Air yang sigap melakukan tindakan emergency plan, beserta seluruh pihak yang membantu sehingga pesawat dapat mendarat darurat dengan selamat.
General Manager Lion Air Grup Kupang, Rinus Zebua membantah bila pilot
yang menerbangkan pesawat Batik Air ID6548 Jakarta-Kupang pingsan akibat sakit jantung.

Rinus mengatakan, pilot mengalami gangguan kesehatan saat penebarngan dan masih dalam keadaan sadar dan tidak pingsan.

“Dia dalam keadaan sadar sejak dalam penerbangan, ketika mendarat di Kupang, juga hingga tiba di RS,” kata Rinus.

Baca juga:

Pilot Batik Air Pingsan

Rinus menjelaskan, informasi bahwa pilot Batik Air mengalami gangguan kesehatan diterima pihaknya saat pesawat tersebut mendarat di Bandara El Tari Kupang.

“Kami terima laporan bahwa pilotnya sakit atau alami gangguan kesehatan. Sampai saat ini kita belum mengetahui secara pasti pilot mengalami gangguan kesehatan apa, makanya dia dilarikan ke Rumah Sakit terdekat, yakni di Siloam,” kata Rinus.

Menurutnya, ia sudah mengecek langsung kondisi kru dan pesawat tersebut di Bandara El Tari Kupang.
Selain itu, para penumpang dari Jakarta-Kupang juga dalam kondisi baik-baik saja.

Sementara itu, Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Batik Air, menjelaskan, layanan penerbangan bernomor ID-6548 rute Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) ke Bandar Udara El Tari, Kupang, operasionalnya sudah dijalankan sesuai prosedur (SOP).

“Penerbangan ID-6548 sudah dipersiapkan dengan baik. Batik Air membawa tujuh kru dan 148 tamu. Sebelum diberangkatkan, pesawat Airbus 320-200CEO registrasi PK-LUF sudah melalui pemeriksaan lebih awal (pre-flight check) dan seluruh kru menjalani pemeriksaan kesehatan, dinyatakan laik terbang (airworthy for flight),” katanya.

Menurutnya, Batik Air mengudara 09.12 WIB dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dan jadwal mendarat di El Tari pukul 12.40 WITA.

Sebelum menurunkan ketinggian, Pilot in Command (PIC) dalam hal ini pilot merasa adanya gangguan kesehatan dengan indikasi pusing berat sehingga membuat konsentrasi terpecah dan lemas.

Seluruh kru yang bertugas bekerja berdasarkan prosedur dan tindakan yang tepat. Pilot mendapatkan pertolongan pertama.
Penerbangan ID-6548 dengan komando kopilot (first officer) dan menginformasikan bahwa akan mendarat dalam keadaan darurat (emergency landing).

“Kondisi ini sudah sesuai tindakan operasional penerbangan dalam buku manual. Seluruh awak kokpit (pilot dan kopilot) sudah dilatih untuk terbang sendiri dan menjalankan ketentuan. Pesawat mendarat di Bandar Udara El Tari pada 12.46 Wita,” katanya.

Setelah pesawat berada di landas parkir (apron) dan pada posisi sempurna, pilot segera mendapatkan pertolongan dan dibawa ke rumah sakit.

“Batik Air menyampaikan terima kasih kepada kru pesawat dan seluruh pihak yang sudah membantu penanganan penerbangan ID-6548,” jelasnya. (mic/tnc/D-1)